Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi mengatakan, komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam menjalankan tugas pemerintahan. Integritas menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Didi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga integritas serta menolak berbagai bentuk praktik yang dapat mencederai tata kelola pemerintahan. “Tidak jujur itu tidak bagus” tegasnya.
Menurutnya, upaya mencegah korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Seluruh unsur pemerintahan maupun masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang menolak segala bentuk penyalahgunaan kewenangan.
Karena itu, Didi mengingatkan pentingnya menolak gratifikasi, suap, maupun praktik korupsi lainnya dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Mari bersama-sama menolak segala bentuk gratifikasi, suap, dan praktik korupsi,” ajaknya.
Ia menilai integritas tidak cukup hanya ditunjukkan melalui perkataan atau sekadar menjunjung kejujuran. Integritas harus tercermin dalam keberanian mengambil keputusan dan tindakan yang benar, termasuk ketika menghadapi berbagai situasi yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
“Integritas bukan hanya tentang berkata jujur, tetapi juga berani melakukan hal yang benar,” ujarnya.
Komitmen tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya Diskominfo Berau mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintahan yang bersih dan transparan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Didi berharap semangat antikorupsi tidak berhenti pada slogan, tetapi menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. (sen/adv/arp)
Editor : Nurismi