Benahi Saluran Rusak, Pemkab Berau Eksekusi Lima Proyek Irigasi di Labanan Jaya

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:10 WIB
TERUS BEBENAH: Pemkab Berau terus berupaya dalam membantu kebutuhan para petani melalui jaringan irigasi. (DPUPR BERAU UNTUK BERAU POST)
TERUS BEBENAH: Pemkab Berau terus berupaya dalam membantu kebutuhan para petani melalui jaringan irigasi. (DPUPR BERAU UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya membenahi jaringan irigasi pertanian di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur.

Perbaikan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas petani tidak terganggu. 

Diketahui kondisi jaringan irigasi di wilayah tersebut hingga kini belum sepenuhnya optimal. Sejumlah titik saluran mengalami kerusakan sehingga distribusi air menuju lahan persawahan warga belum dapat berjalan secara merata.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata mengatakan, perbaikan jaringan irigasi Labanan Jaya menjadi salah satu perhatian pemerintah, khususnya dalam mendukung keberlangsungan sektor pertanian. 

Menurutnya, kerusakan pada sejumlah saluran membuat pengairan ke beberapa area persawahan belum maksimal. Kondisi tersebut menjadi persoalan yang perlu ditangani agar petani tetap memperoleh pasokan air, terutama ketika memasuki musim kemarau. 

“Tahun ini, ada lima proyek irigasi tersier yang siap kami eksekusi di bawah wewenang pihak provinsi. Meski begitu, kami sadar kuantitas ini belum cukup karena area yang harus dibenahi di Labanan memang masih luas,” ungkap Hendra.

Ia menjelaskan, kebutuhan pembenahan jaringan irigasi di Labanan Jaya cukup besar. Karena itu, pekerjaan tidak dapat dilakukan sekaligus dan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta skala prioritas. 

Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu kendala yang dihadapi pemerintah dalam mempercepat seluruh pekerjaan.

Kondisi keuangan daerah yang masih mengalami defisit membuat pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap. 

Meski begitu, Hendra memastikan persoalan irigasi yang berkaitan langsung dengan aktivitas pertanian masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah.  

“Kondisi anggaran memang sedang defisit, tetapi usulan perbaikan saluran irigasi untuk petani tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Lanjut, pembahasan kebutuhan anggaran tersebut akan terus dikawal, baik melalui APBD Perubahan maupun dalam penyusunan APBD 2027. 

“Kami akan kawal terus di APBD Perubahan dan anggaran tahun 2027 demi menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Berau,” tuturnya.

Selain pembangunan dan perbaikan jaringan melalui program yang telah direncanakan, DPUPR Berau juga telah melakukan sejumlah penanganan sementara di beberapa titik yang membutuhkan perbaikan cepat. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi dampak kerusakan saluran terhadap aktivitas pertanian masyarakat. 

“Perbaikan darurat diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran distribusi air sembari menunggu pembangunan maupun rehabilitasi jaringan secara lebih permanen,” sebut dia.

Hendra menambahkan, keberadaan sistem irigasi yang baik memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian.

Ketersediaan air yang cukup dan distribusi yang merata menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan petani dalam mempertahankan hasil produksi. 

“Karena itu, pembenahan jaringan irigasi di Labanan Jaya tidak hanya dipandang sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan usaha tani masyarakat,” tutupnya.(aky/adv/arp) 

Editor : Nurismi
air sawah irigasi DPUPR Berau