Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemkab Berau Benahi Jaringan Irigasi Pertanian Labanan Jaya Teluk Bayur

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 07:55 WIB
TINGKATKAN INFRASTRUKTUR: Pemkab Berau terus mendorong pembenahan jaringan irigasi di Labanan Jaya untuk mendukung produktivitas dan ketahanan pangan daerah. (IZZA/BP)
TINGKATKAN INFRASTRUKTUR: Pemkab Berau terus mendorong pembenahan jaringan irigasi di Labanan Jaya untuk mendukung produktivitas dan ketahanan pangan daerah. (IZZA/BP)

BERAU POST – Pembenahan jaringan irigasi di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

Infrastruktur pengairan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian, terutama ketika petani menghadapi kondisi cuaca kering.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata mengatakan, masih terdapat sejumlah saluran irigasi di kawasan Labanan Jaya yang membutuhkan penanganan. Perbaikan diperlukan agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal.

Tahun ini, terdapat lima proyek irigasi tersier yang akan direalisasikan. Namun, kebutuhan pembangunan dan perbaikan jaringan pengairan di Labanan Jaya masih cukup banyak.

“Ada lima proyek irigasi tersier sesuai kewenangan provinsi. Tapi di Labanan ini masih banyak saluran irigasi yang perlu dibenahi,” kata Hendra.

Dijelaskan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala yang membuat penanganan infrastruktur irigasi harus dilakukan secara bertahap.

Namun, kebutuhan pembangunan saluran untuk mendukung aktivitas petani tetap menjadi perhatian dan terus diusulkan dalam perencanaan anggaran daerah.

Ia menyebut usulan tersebut akan kembali diperjuangkan melalui APBD Perubahan maupun penyusunan APBD 2027.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di Berau.

“Dengan adanya defisit anggaran ini kami selalu mengajukan saluran irigasi untuk petani. Baik di APBD Perubahan maupun APBD 2027 nanti tetap akan ada untuk mendukung ketahanan pangan Kabupaten Berau,” ujarnya.

Selain pembangunan jaringan baru, sejumlah pekerjaan untuk memperbaiki sistem pengairan di kawasan Labanan Jaya juga telah dilakukan.

Sehingga, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian yang dikelola masyarakat.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan terhadap aktivitas pertanian masyarakat.

Infrastrukturnya pengairan menjadi salah satu bagian yang perlu diperkuat karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha tani.

Sejumlah pekerjaan yang telah dilakukan di antaranya revitalisasi saluran pembuangan menuju kawasan Labanan Jaya, peningkatan saluran drainase di Jalan Raja Wali Labanan Jaya dan sekitarnya, serta normalisasi saluran drainase dan galian saluran kelompok tani.

Menurutnya, pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar pertanian merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap petani.

“Dengan saluran pengairan yang lebih baik, diharapkan kegiatan bercocok tanam dapat berlangsung lebih optimal dan hasil produksi turut meningkat,” ucapnya.

Pemkab Berau juga terus mendorong agar berbagai kebutuhan petani dapat ditangani secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Dukungan tidak hanya diarahkan pada infrastruktur, tetapi juga pada upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan petani meningkatkan hasil usaha mereka.

“Sementara itu yang bisa kami lakukan, kami akan terus mendorong supaya usaha para petani kita dapat kita support untuk memaksimalkan hasil tani,” katanya.

Pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur pengairan tersebut membuat pertanian semakin produktif dan mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan Kabupaten Berau. (aja/adv/arp) 

Editor : Nurismi
kondisi cuaca kering perbaikan drainase pemkab berau