BERAU POST - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meminta warga memastikan legalitas perusahaan maupun lembaga penyalur, sebelum menerima tawaran bekerja di luar negeri. Supaya tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said mengatakan, tawaran pekerjaan yang terlihat menggiurkan belum tentu memberikan jaminan keamanan bagi calon pekerja. Terlebih jika proses keberangkatan dilakukan melalui jalur ilegal atau tanpa dokumen resmi.
Masyarakat diminta perlu lebih berhati-hati dan tidak hanya mempertimbangkan besarnya gaji yang ditawarkan.
Legalitas lembaga penyalur, jenis pekerjaan, lokasi perusahaan hingga dokumen keberangkatan harus dipastikan terlebih dahulu.
“Jangan mudah tergiur dengan lowongan pekerjaan di luar negeri. Cari lembaga yang jelas dan pastikan semuanya melalui jalur resmi,” imbaunya.
Terlebih persoalan pekerja yang diberangkatkan secara ilegal menjadi perhatian serius karena dapat berujung pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking.
Kondisi tersebut tidak hanya terjadi dalam kasus pengiriman tenaga kerja antarnegara, tetapi juga dapat berlangsung antardaerah.
Bahkan, sejumlah kasus baru diketahui setelah korban atau keluarganya melapor kepada pihak kepolisian. Sebab, selama proses perekrutan hingga keberangkatan, kasus semacam ini cenderung tertutup dan sulit terdeteksi.
“Kasus ini cenderung tertutup. Ketika dilaporkan ke polisi, baru kemudian muncul persoalannya,” jelasnya.
Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah perekrutan pekerja dengan tawaran pekerjaan tertentu, namun setelah tiba di lokasi justru dipekerjakan tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Bahkan, terdapat kasus korban direkrut untuk bekerja sebagai operator judi online.
Situasi tersebut menjadi semakin rumit ketika korban diberangkatkan tanpa prosedur resmi. Selain rentan mengalami eksploitasi, korban juga berpotensi kesulitan memperoleh perlindungan dan bantuan hukum ketika menghadapi persoalan di negara atau daerah tujuan.
Ia menegaskan, keberangkatan melalui jalur ilegal juga membuat upaya pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat menjadi lebih sulit.
Terlebih jika korban berada jauh dari daerah asal dan tidak memiliki dokumen maupun informasi yang memadai mengenai pihak yang memberangkatkannya. “Kami khawatir kalau masuknya secara ilegal, perlindungan akan kesulitan,” katanya.
Karena itu, Pemkab Berau mendorong masyarakat agar tidak terburu-buru menerima tawaran pekerjaan, terutama yang prosesnya tidak transparan.
Masyarakat diminta mencari informasi sebanyak mungkin dan memastikan pihak yang menawarkan pekerjaan memiliki legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
Langkah pencegahan dinilai penting dilakukan sejak proses perekrutan. Tidak hanya calon pekerja, keluarga juga diharapkan ikut memastikan bahwa anggota keluarganya yang hendak bekerja di luar daerah maupun luar negeri benar-benar berangkat melalui mekanisme yang resmi.
Dirinya juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan indikasi perekrutan tenaga kerja yang mencurigakan. Informasi dari masyarakat dinilai penting untuk mencegah semakin banyak warga menjadi korban perdagangan orang. (aja/adv/arp)
Editor : Nurismi