BERAU POST – Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur menjadi wakil Kabupaten Berau dalam penilaian kinerja pelaksanaan Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Namun, belum berhasil di tingkat provinsi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, Kampung Maluang terpilih setelah dilakukan proses penilaian terhadap kampung yang dinilai memiliki kinerja baik, dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di tingkat Kabupaten Berau.
Penilaian tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 400.10/3990/LEMBAGA tertanggal 30 Juli 2026 tentang Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026.
Sebelumnya, juga telah dilaksanakan rapat koordinasi penilaian Kampung Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 pada 4 Agustus lalu.
Dari proses tersebut, Kampung Tanjung Perangat dan Kampung Maluang masuk dalam daftar kampung yang dilakukan penilaian kinerja pelaksanaan konvergensi P3S tingkat Kabupaten Berau.
“Setelah melalui berbagai pertimbangan, Kampung Maluang kemudian ditetapkan untuk mewakili Kabupaten Berau pada penilaian tingkat provinsi,” ungkapnya, Senin (31/8).
Meskipun belum berhasil meraih hasil terbaik pada tingkat Provinsi Kalimantan Timur, pelaksanaan program pencegahan dan penurunan stunting di Kampung Maluang dinilai telah berjalan dengan baik.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah sejumlah inovasi yang dikembangkan kampung tersebut dalam mendukung upaya penanganan stunting.
Adapun Kampung Maluang juga membangun kolaborasi dengan sejumlah pihak ketiga. Dukungan tersebut di antaranya melibatkan beberapa perusahaan dan Baznas Berau.
Sejumlah program kemudian dijalankan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya Gerakan Relokasi Masyarakat Pinggir Sungai atau Germapis.
Program tersebut menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan Kampung Maluang dalam rangka mendukung upaya pencegahan stunting. “Selain itu, ada juga program Keminting atau Kegiatan Makan Ikan Atasi Stunting,” sebutnya.
Program lainnya yakni CSR yang merupakan singkatan dari Cegah Stunting Rame Rame. Kampung Maluang juga memiliki Genting atau Gerakan Edukasi Nikah Terencana Ingat Nutrisi dan Gizi. Serta program Sosialita yang merupakan kependekan dari Solid dan Siap Atasi Lingkungan Stunting.
“Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kampung Maluang dalam mendorong pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui keterlibatan berbagai pihak,” katanya.
Meskipun Kampung Maluang belum berhasil pada penilaian tingkat provinsi, tapi inovasi yang dilakukan dinilai sudah sangat bagus.
Keterwakilan Kampung Maluang dalam penilaian tersebut tentunya menjadi gambaran atas upaya yang telah dilakukan di tingkat kampung dalam menjalankan program P3S. (aja/adv/arp)
Editor : Nurismi