BERAU POST – Bupati Berau, Sri Juniarsih turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Poros Kasai-Tanjung Batu, Sabtu (29/8) lalu.
Di tengah kondisi lokasi yang masih dipenuhi asap dan terdapat sejumlah titik api, orang nomor satu di Kabupaten Berau itu melihat proses pemadaman sekaligus memberikan semangat kepada personel yang berada di garis depan.
Sri Juniarsih mengatakan, kondisi di lapangan yang cukup berat membuat proses pemadaman tidak mudah. Selain medan yang sulit dijangkau, keterbatasan air menjadi salah satu kendala yang dihadapi tim gabungan dalam melakukan penanganan.
Ia mengapresiasi atas kerja keras seluruh personel yang terus menjalankan tugas di tengah kondisi panas dan asap.
Sekaligus memberikan dukungan langsung kepada petugas, salah satunya dengan membagikan minuman energi kepada personel pemadam yang tengah beristirahat setelah melakukan pemadaman.
“Terima kasih atas kerja keras dan perjuangan bapak-bapak semua. Tetap semangat, jaga kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Dukungan terhadap personel di lapangan tentunya menjadi hal penting. Para petugas harus bekerja dalam kondisi yang tidak mudah, menghadapi panas, asap, serta titik api yang sewaktu-waktu dapat berpindah maupun kembali membesar.
Sri Juniarsih menegaskan Pemkab Berau akan terus berupaya mendukung kebutuhan tim dalam penanganan karhutla.
Salah satu perhatian utama adalah memastikan ketersediaan air dan peralatan pemadaman, sehingga pekerjaan petugas di lapangan dapat berjalan lebih optimal.
Kondisi di lokasi yang cukup parah juga membutuhkan dukungan peralatan serta sumber air yang memadai. Untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses unit pemadam, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna mendapatkan dukungan water bombing.
“Kalau kita masuk ke dalam hutan tidak terjangkau dengan unit-unit yang terbatas. Tapi kalau ada water bombing, semua kawasan bisa disiram dari atas,” ujarnya.
Adapun dukungan water bombing diperlukan untuk menjangkau titik-titik api yang tidak dapat diakses kendaraan pemadam. Sementara itu, penanganan di lapangan tetap dilakukan dengan mengoptimalkan unit dan personel yang tersedia.
Jumlah personel yang banyak tidak akan cukup apabila tidak didukung dengan unit pemadam dan ketersediaan air yang memadai. Keterbatasan air juga membuat petugas harus menunggu ketika persediaan air habis dan membutuhkan pengisian kembali.
Pemkab Berau juga tengah mencari titik yang memungkinkan untuk pembangunan sumur bor di sekitar lokasi karhutla.
Keberadaan sumber air yang lebih dekat dengan titik penanganan diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman.
Menurutnya, pembangunan sumur bor menjadi salah satu upaya yang sedang didorong untuk mendukung kebutuhan air bagi petugas. Jika titik yang sesuai telah ditemukan, pembangunan akan segera dilakukan.
“Kami sudah perintahkan untuk mencari titik sumur bor. Kalau sudah ada titiknya, langsung kami bangun,” pungkasnya. (aja/adv/arp)
Editor : Nurismi