Lantik Pengurus Baru, Bupati Berau Titip Pesan Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:00 WIB
PENGURUS BARU: Bupati Berau Sri Juniarsih menyaksikan pelantikan dan pengukuhan kepengurusan PMI Berau periode 2026-2029. (SENO/BP)
PENGURUS BARU: Bupati Berau Sri Juniarsih menyaksikan pelantikan dan pengukuhan kepengurusan PMI Berau periode 2026-2029. (SENO/BP)

BERAU POST – Bupati Berau, Sri Juniarsih menitipkan pesan kemanusiaan kepada jajaran Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau periode 2026-2029.

Pesan tersebut disampaikan usai pelantikan kepengurusan baru PMI Berau yang kini dipimpin Najemudin sebagai ketua.

Sri Juniarsih menyampaikan selamat kepada Najemudin beserta seluruh jajaran pengurus yang mendapat amanah memimpin PMI Berau.

Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat peran organisasi dalam memberikan pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat.

“PMI harus memberikan kemampuan terbaik sebagai organisasi kemanusiaan,” ujarnya.

Menurutnya, PMI memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.

Terlebih, kondisi Berau yang menghadapi cuaca panas dan potensi bencana membuat kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi penting.

Ia meminta jajaran PMI, termasuk di tingkat kecamatan, meningkatkan solidaritas dan kecepatan merespons kondisi darurat.

PMI diharapkan turut mengambil peran ketika terjadi bencana, termasuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Selain penanganan bencana, Bupati memberikan perhatian terhadap ketersediaan darah di Kabupaten Berau. Serta mendorong PMI menggelar kegiatan donor darah secara rutin setiap bulan untuk menjaga stok tetap tersedia saat dibutuhkan pasien.

“Donor darah bisa dilaksanakan rutin setiap bulan,” katanya.

Menurutnya, informasi mengenai stok darah juga perlu diperbarui secara berkala, supaya rumah sakit dapat mengetahui kondisi persediaan dan mengambil langkah cepat apabila terjadi kebutuhan mendesak.

Sri Juniarsih juga mendorong PMI membuat kegiatan donor darah yang kreatif dengan melibatkan berbagai pihak. Upaya tersebut dinilai penting untuk menarik minat masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan darah tidak mengalami kekosongan. “Buat kegiatan yang inovatif dan kreatif,” pesannya.

Di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi, ia menilai kolaborasi menjadi kunci keberlanjutan program kemanusiaan.

PMI perlu membangun kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, relawan dan berbagai elemen lainnya.

Bupati pun meminta pengurus baru menjalankan amanah dengan keikhlasan, solidaritas dan kepedulian sehingga keberadaan PMI semakin dirasakan masyarakat.

“Keikhlasan dan kepedulian menjadi kekuatan dalam tugas kemanusiaan,” pungkasnya. (sen/adv/arp) 

Editor : Nurismi
PMI Berau pelantikan