BERAU POST – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau terus memperluas pembinaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga tingkat kampung. Salah satunya melalui pelatihan pengolahan jagung bagi pelaku UMKM di Kampung Eka Sapta.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Seperti jagung supaya tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan, pelatihan yang diberikan tidak berhenti pada penyampaian teori.
Peserta juga dibekali keterampilan dasar yang dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha. “Ini basic ilmu untuk pelatihan,” ujar Eva.
Menurutnya, keterampilan pengolahan pangan perlu terus ditularkan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM di kampung.
Langkah tersebut penting agar potensi bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Ilmunya kami gebyarkan lagi ke kampung-kampung,” katanya.
Eva menjelaskan, jagung merupakan salah satu bahan pangan yang dapat dikembangkan menjadi beragam produk olahan.
Dengan pengolahan dan kreativitas, komoditas tersebut berpeluang memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan jika hanya dijual dalam bentuk mentah.
Pelatihan di Kampung Eka Sapta ini diharapkan menjadi bekal awal bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk berbahan dasar jagung sesuai dengan potensi serta kebutuhan pasar. “Produk makanan bisa dikembangkan dari bahan yang ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembinaan UMKM di tingkat kampung akan terus diarahkan tidak hanya pada kemampuan produksi, tetapi juga pada kemampuan melihat peluang usaha.
Masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi bahan-bahan lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Harapannya, keterampilan ini menjadi dasar membuat produk yang lebih bernilai,” tuturnya.(sen/adv/arp)
Editor : Nurismi