Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Wisata, Disbudpar Berau Gelar Bimtek Mitigasi Pengelola Destinasi

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:05 WIB
PERKUAT MITIGASI BENCANA: Disbudpar Berau berusaha memperkuat mitigasi bencana di daerah wisata dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata Tahun 2026.(BERAU POST)
PERKUAT MITIGASI BENCANA: Disbudpar Berau berusaha memperkuat mitigasi bencana di daerah wisata dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata Tahun 2026.(BERAU POST)

BERAU POST – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau terus mendorong terciptanya destinasi wisata yang aman, nyaman, dan tangguh menghadapi potensi bencana.

Salah satunya melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata Tahun 2026.

Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan pemahaman mengenai mitigasi bencana bagi pelaku dan pengelola pariwisata. Sebanyak 25 peserta dari 13 kecamatan di Kabupaten Berau mengikuti kegiatan tersebut.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, aspek keamanan dan keselamatan menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata.

Destinasi wisata tidak hanya dituntut menarik dari sisi daya tarik, tetapi juga harus mampu memberikan rasa aman kepada wisatawan.

“Keamanan dan keselamatan menjadi bagian penting dalam pariwisata,” ujarnya.

Melalui bimbingan teknis tersebut, peserta dibekali pemahaman untuk mengenali berbagai potensi risiko yang dapat terjadi di kawasan wisata.

Pengetahuan mengenai langkah pencegahan hingga respons ketika terjadi kondisi darurat juga menjadi bagian dari materi yang diberikan.

Yudha berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan para pengelola destinasi maupun pelaku usaha pariwisata ketika menghadapi potensi bencana.

Dengan pemahaman yang lebih baik, risiko terhadap wisatawan maupun masyarakat di sekitar destinasi dapat diminimalkan.

“Pelaku wisata harus mampu mengenali potensi risiko,” katanya.

Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting dalam membangun destinasi wisata yang tangguh.

Sebab, pengelola merupakan pihak yang berada paling dekat dengan wisatawan ketika terjadi kondisi darurat di kawasan wisata.

Selain kemampuan mengidentifikasi risiko, peserta juga didorong memahami langkah pencegahan serta respons yang tepat.

Hal tersebut diharapkan dapat membentuk pola penanganan yang lebih terarah apabila terjadi bencana maupun situasi darurat lainnya.

Yudha menegaskan kesiapsiagaan perlu dibangun secara bersama-sama, melibatkan pemerintah, pengelola destinasi, pelaku usaha, hingga masyarakat. “Kami ingin destinasi wisata Berau semakin aman dan tangguh,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Disbudpar Berau berharap pemahaman terkait mitigasi bencana tidak berhenti pada kegiatan bimtek, tetapi dapat diterapkan dalam pengelolaan destinasi masing-masing.

Supaya pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan aspek keamanan dan keselamatan wisatawan. (sen/adv/arp) 

Editor : Nurismi
Disbudpar Berau pariwisata mitigasi bencana