Tingkatkan Daya Tarik Wisata, Disbudpar Berau Integrasikan Event Budaya Kampung ke Agenda Daerah

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:54 WIB
EVENT KAMPUNG: Kegiatan festival atau event yang digelar pihak kampung akan menjadi perhatian serius dari Disbudpar Berau. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
EVENT KAMPUNG: Kegiatan festival atau event yang digelar pihak kampung akan menjadi perhatian serius dari Disbudpar Berau. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mulai menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat keterkaitan antara kegiatan seni dan budaya di kampung dengan pengembangan sektor pariwisata.

Berbagai event budaya yang selama ini digelar secara mandiri oleh masyarakat kampung, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata. 

Tak hanya sebagai upaya menjaga tradisi dan warisan budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, pihaknya akan melakukan inventarisasi terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya yang telah maupun akan digelar di sejumlah kampung.

Terlebih event yang selama ini dilaksanakan masyarakat sudah menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari agenda pariwisata daerah. 

“Selama ini kami melihat sudah banyak event-event seni budaya yang dilaksanakan kampung-kampung, dan ini tentu menjadi perhatian serius kita” ujarnya.

Inventarisasi tersebut, lanjut Yudha, diperlukan untuk memetakan kegiatan yang memiliki kesiapan dari sisi pelaksanaan, keunikan budaya, potensi kunjungan, hingga daya tariknya bagi wisatawan.

Event yang dinilai siap selanjutnya akan dipertimbangkan untuk masuk dalam agenda pariwisata daerah melalui Kalender of Event Kabupaten Berau. 

Menurut Yudha, Kalender of Event tidak sekadar menjadi daftar kegiatan tahunan. Lebih dari itu, agenda tersebut akan menjadi salah satu instrumen promosi untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Berau yang tersebar di berbagai kampung. 

Dengan adanya kalender yang terintegrasi, masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah dapat mengetahui waktu pelaksanaan berbagai kegiatan budaya dan menjadikannya sebagai bagian dari rencana perjalanan wisata mereka.

Yudha mengakui, selama ini kegiatan seni budaya dan sektor pariwisata di sejumlah wilayah masih berjalan secara terpisah.

Karena itu, Disbudpar ingin memperkuat sinergi tersebut agar event budaya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi bagian dari paket atraksi wisata.

“Jadi setelah nanti masuk Kalender of Event itu akan kami promosikan, supaya sinergi dengan pariwisatanya lebih kuat lagi,” katanya.

Ia berharap langkah tersebut dapat mendorong semakin banyak wisatawan berkunjung langsung ke kampung-kampung tempat kegiatan budaya dilaksanakan.

Kehadiran wisatawan juga nantinya diharapkan turut menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM, kuliner, kerajinan, jasa transportasi, hingga usaha penginapan. 

Selain itu, pengembangan event budaya sebagai atraksi wisata dinilai dapat memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian tradisi daerah.

“Kalau selama ini mungkin jalan masing-masing. Ini mau kami perkuat supaya acara-acara seni budaya itu juga menjadi bagian dari atraksi pariwisata yang bisa kita ajak orang untuk datang berkunjung ke lokasi di mana dilaksanakannya tadi, itu rencana kampung,” pungkasnya.(aky/adv/arp) 

Editor : Nurismi
tradisi Disbudpar Berau kalender event