BERAU POST – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau kembali mengingatkan masyarakat khususnya nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut.
Keselamatan diminta menjadi prioritas, mengingat risiko kecelakaan maupun kondisi darurat dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Disdamkarmat Berau, Moch Nur Alimi Zain mengatakan, imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi menyusul sejumlah kejadian nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut. Bahkan, dalam beberapa kejadian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius bagi seluruh nelayan, supaya tidak menganggap remeh faktor keselamatan ketika berada di perairan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu waspada ketika melaut dan jangan menyepelekan hal-hal yang berpotensi membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Alimi menuturkan, kondisi laut dapat berubah dengan cepat. Cuaca, gelombang, angin maupun jarak tempuh saat mencari ikan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan sebelum nelayan berangkat.
Karena itu, nelayan diminta tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga memastikan perlengkapan keselamatan dalam kondisi siap digunakan.
Salah satu perlengkapan yang dinilai penting adalah pelampung. Penggunaan alat keselamatan tersebut sangat diperlukan, terutama ketika nelayan berada di tengah laut dan menghadapi kondisi darurat seperti kapal mengalami kerusakan atau terjatuh ke perairan
“Kalau melaut, kami meminta nelayan menggunakan alat keselamatan seperti pelampung. Jangan sampai ketika terjadi sesuatu, perlengkapan keselamatan justru tidak tersedia atau tidak digunakan,” tegasnya.
Selain perlengkapan keselamatan, nelayan juga diminta membawa alat komunikasi yang dapat digunakan untuk meminta bantuan apabila menghadapi keadaan darurat.
Komunikasi dengan keluarga, sesama nelayan maupun tim terkait juga penting dilakukan sebelum dan selama aktivitas melaut.
Lanjutnya, langkah sederhana tersebut dapat mempercepat proses pertolongan apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan. “Kalau memungkinkan tetap membawa alat komunikasi dan berkoordinasi dengan tim atau pihak terkait,” ucapnya.
“Ini penting untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi darurat sehingga bantuan bisa lebih cepat dilakukan,” sambungnya.
Disdamkarmat Berau berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan terus meningkat. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih penting daripada harus melakukan pencarian dan evakuasi setelah terjadi kecelakaan di laut.
“Sebelum melaut, pastikan kondisi aman, perlengkapan lengkap dan komunikasi tetap terjaga,” pungkasnya.(aky/adv/arp)
Editor : Nurismi