Cegah Pencurian Data Pribadi, Diskominfo Berau Ingatkan Bahaya Klik Tautan Mencurigakan

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST - Maraknya penyebaran tautan atau link berbahaya yang berpotensi menjadi celah pencurian data pribadi, hingga pembajakan akun jadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau. 

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi mengatakan, perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat.

Namun, di sisi lain, ruang digital juga dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan berbagai aksi kejahatan siber. 

Salah satunya ia menyebut melalui penyebaran link mencurigakan yang dikirim melalui pesan singkat maupun media sosial.

Tautan tersebut terkadang dikemas seolah-olah berasal dari pihak resmi atau menawarkan informasi tertentu untuk memancing korban agar membukanya. 

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati. Jangan sembarangan membuka link, apalagi yang dikirim dari nomor atau akun yang tidak dikenal,” ujarnya.

Menurut Didi, masyarakat perlu memahami bahwa data pribadi merupakan informasi penting yang harus dijaga.

Kelengahan dalam mengakses tautan mencurigakan dapat membuka peluang bagi pelaku untuk mendapatkan informasi pribadi maupun mengambil alih akun milik korban. 

Terlebih, kasus penyalahgunaan data pribadi hingga pembajakan akun sudah cukup sering terjadi. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pesan yang diterima, meskipun isinya terlihat meyakinkan. 

“Kalau ada link yang mencurigakan, apalagi dikirim oleh nomor yang tidak dikenal, jangan langsung dibuka. Kita harus cek terlebih dahulu sumbernya dan memastikan apakah informasi tersebut benar atau tidak,” tegasnya.

Didi menjelaskan, pelaku kejahatan siber kerap memanfaatkan rasa penasaran dan kepanikan pengguna. Tautan dapat dikemas dalam berbagai bentuk, mulai dari pemberitahuan hadiah, informasi bantuan, undangan digital, hingga pesan yang seolah-olah berkaitan dengan layanan tertentu. 

Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru mengklik tautan maupun memberikan data seperti kata sandi, kode OTP, PIN, atau informasi pribadi lainnya kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitasnya.

Selain berhati-hati terhadap tautan, masyarakat juga diimbau memperkuat keamanan akun dengan menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap layanan. Fitur keamanan tambahan, seperti autentikasi dua faktor, juga sebaiknya diaktifkan apabila tersedia. 

“Jangan sampai karena ingin cepat mendapatkan informasi, kita justru membuka celah bagi orang lain untuk masuk ke akun pribadi. Masyarakat harus terus waspada dan lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” katanya.

Diskominfo Berau berharap peningkatan literasi digital dapat membuat masyarakat semakin mampu mengenali berbagai modus kejahatan di ruang digital.

Kewaspadaan pengguna menjadi salah satu kunci penting untuk mencegah pencurian data dan penyalahgunaan akun. 

“Intinya, jangan mudah percaya dan jangan sembarangan membuka link. Pastikan terlebih dahulu sumbernya sebelum melakukan tindakan apa pun di ruang digital,” pungkasnya.(aky/adv/arp) 

 

Editor : Nurismi
modus phising pembajakan akun medsos Diskominfo Berau