Tekan Volume Pembuangan, DLHK Ajak Masyarakat Berau Biasakan Memilah Sampah Dari Rumah

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari. (BERAU POST)
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari. (BERAU POST)

BERAU POST – Persoalan sampah di Kabupaten Berau hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang membutuhkan perhatian bersama. Sebab, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengatasi persoalan tersebut. 

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau terus berupaya meningkatkan penanganan sampah di berbagai wilayah.

Namun, upaya tersebut dinilai akan lebih efektif apabila diikuti perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari mengatakan, persoalan sampah menjadi perhatian serius pihaknya. Berbagai langkah terus dilakukan untuk memastikan sampah dapat ditangani dengan baik, tetapi peran masyarakat tetap sangat dibutuhkan. 

Menurutnya, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah memilah sampah dari rumah. Sampah organik dan anorganik yang dipisahkan sejak awal akan lebih mudah dikelola dan berpotensi mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan. 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membantu, salah satunya dengan memilah sampah dan yang paling penting tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Zulkifli.

Ia menilai kebiasaan memilah sampah mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten oleh masyarakat, dampaknya akan cukup besar terhadap pengurangan volume sampah yang harus ditangani petugas. 

Selain memilah, Zulkifli juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Kebiasaan membuang sampah di pinggir jalan, lahan kosong, drainase, maupun lokasi yang bukan peruntukannya bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan. 

Tumpukan sampah yang dibiarkan di ruang terbuka dapat menimbulkan bau tidak sedap, mengundang lalat dan berbagai sumber penyakit, serta mengganggu kenyamanan masyarakat.

Bahkan, sampah yang masuk ke saluran drainase berpotensi menyumbat aliran air dan meningkatkan risiko genangan ketika hujan turun. 

“Jangan membuang sampah di tepi jalan atau tempat yang bukan semestinya. Selain mengganggu keindahan kota, juga bisa menimbulkan bau yang tidak sedap,” tegasnya.

Karena itu, DLHK Berau meminta masyarakat membuang sampah pada tempat dan lokasi yang telah ditentukan. Kedisiplinan masyarakat menjadi bagian penting dari keberhasilan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. 

Ia berharap kesadaran menjaga kebersihan tidak hanya muncul ketika ada kegiatan bersih-bersih atau ketika petugas melakukan pengangkutan sampah.

Menjaga lingkungan, kata dia, seharusnya menjadi kebiasaan yang dimulai dari rumah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Kalau semua pihak ikut berperan, persoalan sampah tentu akan lebih mudah kita tangani. Pemerintah melalui DLHK terus berupaya, tetapi masyarakat juga harus ikut membantu,” pungkasnya.(aky/adv/arp)

Editor : Nurismi
pilah sampah DLHK Berau