Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, BPBD Berau Gencarkan Edukasi di Sekolah

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:55 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Mundi. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Mundi. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST - Upaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Salah satunya dengan memperkuat edukasi dan sosialisasi kebencanaan di lingkungan sekolah. 

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, pendidikan kebencanaan terus didorong sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana.

Langkah ini dinilai penting untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak usia dini, sekaligus membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Mundi mengatakan, sekolah menjadi salah satu sasaran utama dalam program mitigasi bencana.

Lingkungan pendidikan memiliki posisi strategis karena menjadi tempat berkumpulnya generasi muda yang nantinya dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kebencanaan di tengah masyarakat. 

“Sekolah menjadi salah satu prioritas dalam program pengurangan risiko bencana,” ujarnya kepada awak media ini.

Menurutnya, edukasi kebencanaan tidak cukup hanya diberikan ketika bencana terjadi. Pengetahuan mengenai potensi ancaman, langkah evakuasi, hingga tindakan yang harus dilakukan saat keadaan darurat perlu ditanamkan secara berkelanjutan agar menjadi kebiasaan. 

Melalui edukasi tersebut, para siswa diharapkan mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitarnya. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri serta bagaimana membantu orang lain tanpa membahayakan keselamatan diri sendiri.
 

“Anak-anak diharapkan mampu melindungi dirinya sendiri saat terjadi bencana. Selain itu, mereka juga bisa menjadi penyampai informasi kepada keluarga dan masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan,” katanya.

Masyhadi menilai pelajar memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam membangun budaya sadar bencana.

Pengetahuan yang diperoleh di sekolah tidak harus berhenti di lingkungan pendidikan, tetapi dapat dibawa pulang dan diterapkan bersama keluarga. 

“Edukasi kebencanaan di sekolah bukan hanya untuk kepentingan siswa. Dampaknya diharapkan bisa meluas ke keluarga dan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, semakin banyak masyarakat yang memahami langkah mitigasi dan kesiapsiagaan, semakin besar pula peluang untuk mengurangi dampak ketika bencana terjadi.

Terlebih, Kabupaten Berau memiliki sejumlah potensi ancaman bencana yang membutuhkan kewaspadaan bersama. 

Karena itu, kesiapsiagaan tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas kebencanaan, melainkan harus menjadi kesadaran seluruh lapisan masyarakat.

BPBD Berau berharap edukasi yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk karakter generasi muda yang tidak mudah panik ketika menghadapi situasi darurat.

Para siswa diharapkan mengetahui apa yang harus dilakukan, ke mana harus menyelamatkan diri, serta bagaimana mengikuti arahan petugas ketika terjadi bencana. 

“Melalui program ini, kami berharap lahir generasi yang tidak hanya memahami cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, tetapi juga mampu berperan aktif dalam membangun lingkungan yang lebih tangguh dan siap menghadapi risiko bencana,” pungkasnya.(aky/adv/arp) 

Editor : Nurismi
Budaya sadar bencana BPBD Berau