Sedikitnya 25 titik pengawasan disiapkan pada tahap awal. Kamera tersebut nantinya tidak hanya difungsikan untuk mendukung aspek keamanan, tetapi juga membantu pemerintah memantau kondisi lalu lintas serta berbagai aktivitas di kawasan perkotaan.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi mengatakan, proyek pemasangan CCTV saat ini memasuki tahapan lelang.
Sebelumnya, pengadaan sempat direncanakan menggunakan sistem e-Katalog, namun setelah dilakukan konsultasi dengan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), mekanisme tersebut perlu disesuaikan karena kegiatan yang dilakukan mencakup komponen jasa dan modal.
“Kemarin sebenarnya sudah mau melalui e-Katalog, tetapi setelah konsultasi dengan PBJ ternyata ada dua jenis kegiatan, yakni jasa dan modal. Sehingga mekanismenya harus melalui lelang,” ujar Didi.
Menurutnya, proses tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai tahapan sehingga pekerjaan fisik pemasangan CCTV tidak mengalami keterlambatan.
Diskominfo juga terus mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis agar ketika proses pengadaan selesai, pemasangan dapat segera dilakukan. “Untuk sementara ada 25 titik di wilayah perkotaan dulu,” katanya.
Pemasangan CCTV tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan kebutuhan pemantauan lalu lintas. Diskominfo Berau akan bersinergi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) sehingga kamera dapat dimanfaatkan untuk melihat kondisi arus kendaraan di sejumlah titik strategis.
Keberadaan CCTV diharapkan mampu membantu pemerintah memperoleh informasi secara lebih cepat ketika terjadi kepadatan lalu lintas, kecelakaan, maupun situasi lain yang membutuhkan penanganan segera.
“Tidak berhenti pada pemasangan kamera, Pemkab Berau juga telah merencanakan pembangunan Command Center yang nantinya menjadi pusat kendali dan pemantauan berbagai informasi secara terpadu,” tuturnya.
Namun, rencana pembangunan gedung khusus Command Center belum dapat direalisasikan, karena adanya penyesuaian dan efisiensi anggaran daerah.
Sebagai solusi sementara, Diskominfo menyiapkan ruang di lingkungan kantor untuk difungsikan sebagai pusat pemantauan.
“Dengan pola tersebut, sistem CCTV tetap dapat dioperasikan tanpa harus menunggu pembangunan gedung baru,” katanya.
Selain pengembangan sistem pengawasan, Diskominfo Berau juga tengah menyiapkan sejumlah program digital hingga akhir tahun. Salah satunya adalah aplikasi terpadu Rapun yang dirancang untuk menghimpun data dan informasi dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Aplikasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat integrasi data pemerintahan.
Dengan data yang lebih terhimpun dan mudah diakses, proses pengelolaan informasi maupun pelayanan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih efektif.
“Pengembangan berbagai sistem digital tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Berau mendorong transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ucapnya.
Di sisi lain, persoalan konektivitas internet, khususnya di wilayah pedesaan dan sejumlah titik yang masih memiliki keterbatasan jaringan, juga menjadi perhatian Diskominfo.
Didi memastikan pihaknya terus membuka ruang pengaduan bagi masyarakat maupun pemerintah kampung apabila terjadi gangguan jaringan. Menurutnya, informasi dari lapangan sangat membantu petugas melakukan penanganan secara cepat.
“Kami punya grup WhatsApp khusus untuk merespons dan menangani dengan cepat masalah jaringan tersebut,” pungkasnya.(aky/adv/arp)
Editor : Nurismi