BERAU POST – Dinas Perikanan (Diskan) Berau menyiapkan pelaksanaan pasar murah ikan, sebagai upaya menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan sekaligus mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid mengatakan, pelaksanaan pasar murah ikan tersebut merupakan bagian dari arahan bupati Berau, agar kegiatan serupa dapat menjangkau masyarakat di seluruh 13 kecamatan.
Menurutnya, pelaksanaan di setiap wilayah nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan potensi perikanan masing-masing kecamatan, khususnya ketersediaan ikan di lapangan.
“Pelaksanaan ini sesuai dengan keinginan Bupati, agar bisa digelar di 13 kecamatan. Nanti kita lihat kondisi di masing-masing wilayah, terutama ketersediaan ikannya,” ujar Abdul Majid.
Ia menjelaskan, kegiatan pasar murah ikan tidak akan dilaksanakan secara seragam di seluruh wilayah. Diskan akan melihat kondisi pasokan dan hasil perikanan sebelum menentukan lokasi maupun waktu pelaksanaan.
Apabila hasil tangkapan ikan sedang melimpah, komoditas tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pasar murah sehingga masyarakat memperoleh ikan dengan harga yang lebih terjangkau.
“Yang jelas, kami melihat seperti apa kondisi ikan di lapangan. Kalau pasokan atau ikan sedang melimpah, tentu bisa kita manfaatkan untuk kegiatan pasar murah,” jelasnya.
Selain menggelar pasar murah secara mandiri, Diskan juga berencana mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan agenda pasar murah yang dilaksanakan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, termasuk Dinas Pangan.
Menurutnya, kolaborasi antar-OPD penting agar kegiatan yang digelar pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kalau ada kegiatan pasar murah dari Dinas Pangan, kami akan berkoordinasi dengan seluruh OPD untuk ikut dalam kegiatan tersebut,” katanya.
Menariknya, pasar murah ikan nantinya tidak hanya berorientasi pada penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Diskan juga ingin melibatkan UMKM lokal agar kegiatan tersebut dapat menjadi ruang promosi, sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha.
“Kami juga menggandeng UMKM untuk meningkatkan pendapatan UMKM setempat,” ujarnya.
Keterlibatan UMKM pun dinilai penting, karena kegiatan pasar murah dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk olahan maupun produk unggulan lokal kepada masyarakat.
Supaya manfaat kegiatan diharapkan tidak berhenti pada masyarakat yang mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga dirasakan pelaku usaha melalui peningkatan penjualan.
Untuk tahap awal, Abdul Majid memastikan pihaknya masih akan memprioritaskan pelaksanaan di empat kecamatan yang menjadi kawasan perkotaan.
Setelah pelaksanaan dan evaluasi dilakukan, kegiatan tersebut akan diarahkan untuk menjangkau kecamatan lainnya.
“Kami masih fokuskan di empat kecamatan kota terlebih dahulu sebelum nantinya diperluas ke kecamatan lain,” pungkasnya.(aky/adv/arp)
Editor : Nurismi