Hadapi Persaingan Pasar, Diskoperindag Dorong Pelaku UMKM Berau Tingkatkan Kreativitas Promosi Digit

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:10 WIB
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (BERAU POST)
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (BERAU POST)

BERAU POST – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau didorong untuk semakin kreatif dalam memasarkan produk.

Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, kualitas produk saja dinilai belum cukup untuk menarik perhatian konsumen. 

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau meminta pelaku UMKM untuk terus “putar otak” dalam mengembangkan strategi pemasaran.

Mulai dari memperbaiki kemasan, membangun identitas produk, hingga memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan, kreativitas menjadi salah satu kunci penting bagi UMKM agar mampu bertahan sekaligus meningkatkan pendapatan. Pelaku usaha harus mampu melihat perubahan pola konsumsi masyarakat. 

Saat ini, konsumen tidak hanya mempertimbangkan rasa maupun kualitas sebuah produk, tetapi juga tertarik pada tampilan, kemasan, informasi produk, hingga bagaimana produk tersebut dipromosikan. 

“UMKM harus terus putar otak dan kreatif dalam mempromosikan produknya. Jangan hanya mengandalkan pembeli yang datang, tetapi bagaimana produk itu bisa dikenal lebih luas,” ujar Eva.

Ia menilai kemasan menjadi salah satu aspek yang tidak boleh disepelekan. Produk lokal dengan kualitas yang baik akan semakin memiliki nilai jual apabila dikemas secara menarik dan profesional. 

Kemasan yang baik, kata dia, bukan hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemasaran.

Produk yang memiliki tampilan menarik akan lebih mudah memikat calon konsumen, terutama ketika dipasarkan melalui media sosial dan platform digital. 

Selain memperhatikan kemasan, pelaku UMKM juga diminta memanfaatkan perkembangan teknologi. Promosi melalui media sosial, marketplace, maupun berbagai platform digital lainnya dapat menjadi pintu bagi produk Berau menembus pasar yang lebih luas. 

“Sekarang promosi tidak harus selalu dilakukan secara konvensional. Digitalisasi memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka bukan hanya kepada masyarakat Berau, tetapi juga konsumen di luar daerah,” jelasnya.

Eva juga mengatakan, persaingan usaha yang semakin terbuka harus menjadi pemacu bagi pelaku UMKM untuk terus melakukan inovasi.

Produk yang tidak berkembang berisiko kalah bersaing dengan produk dari daerah lain yang memiliki strategi pemasaran lebih agresif. 

Karena itu, pelaku UMKM diharapkan tidak cepat puas dengan kondisi pasar yang ada saat ini. Inovasi harus dilakukan secara berkelanjutan, baik dari sisi produk, kemasan, pelayanan maupun strategi promosi. 

“Kalau ingin meningkatkan pendapatan, tentu harus ada inovasi. Produk harus dibuat semenarik mungkin dan promosinya juga harus diperluas,” katanya.

Lanjut Eva, peluang pasar bagi produk UMKM Berau sebenarnya cukup besar. Berbagai produk lokal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah, bahkan dipasarkan hingga ke luar Kalimantan. 

Namun, untuk mencapai pasar tersebut dibutuhkan kesiapan pelaku usaha. Selain menjaga kualitas dan kontinuitas produksi, UMKM juga perlu membangun merek yang kuat sehingga produknya mudah dikenali konsumen.

Diskoperindag Berau pun terus mendorong pelaku UMKM agar berani naik kelas. Tidak hanya sekadar mampu memproduksi barang, tetapi juga memahami bagaimana menjual dan membangun pasar.

“Jangan hanya berpikir bagaimana membuat produk, tetapi juga harus berpikir bagaimana produk itu bisa terjual dan dikenal. Kreativitas dalam promosi sangat dibutuhkan,” pungkasnya.(aky/adv/arp) 

Editor : Nurismi
promosi online Diskoperindag Berau umkm