Hadapi Fenomena El Nino, Pemkab Berau Waspadai Potensi Lonjakan Titik Panas Karhutla

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:45 WIB
PEMADAMAN: Tim gabungan saat melakukan pemadaman Karhutla yang terjadi di beberapa titik yang ada di Kabupaten Berau. (DISDAMKARMAT BERAU UNTUK BERAU POST)
PEMADAMAN: Tim gabungan saat melakukan pemadaman Karhutla yang terjadi di beberapa titik yang ada di Kabupaten Berau. (DISDAMKARMAT BERAU UNTUK BERAU POST)
BERAU POST – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Berau mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Kondisi cuaca panas yang dipicu fenomena El Nino dinilai meningkatkan potensi munculnya titik panas dan memperbesar risiko kebakaran meluas.

Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca saat ini perlu diwaspadai karena fenomena El Nino menyebabkan suhu udara menjadi lebih panas dan kondisi lahan cenderung kering. 

Situasi tersebut membuat potensi munculnya hotspot atau titik panas semakin tinggi. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat memicu kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas. 

“Menurut data BMKG, saat ini kita sedang menghadapi fenomena El Nino. Kondisi ini mengakibatkan cuaca cukup panas dan memunculkan banyak titik panas yang kemudian berpotensi menyebabkan karhutla,” ujarnya.

Ia menilai, kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan dan kerja sama dari seluruh pihak. Penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas pemadam, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. 

Dirinya pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang selama ini telah bekerja keras dalam menangani karhutla di sejumlah wilayah Berau.

Tim yang terdiri dari berbagai unsur dinilai telah berupaya maksimal untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lainnya. 

“Kami mengapresiasi seluruh tim gabungan yang sudah berupaya semaksimal mungkin dalam penanganan karhutla. Mereka terus bekerja di lapangan untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak semakin meluas,” katanya.

Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Sebab, kondisi cuaca panas dan lahan yang kering dapat membuat api dengan cepat menjalar, terutama apabila kebakaran berasal dari aktivitas pembukaan lahan. 

Karena itu, Gamalis secara khusus mengingatkan masyarakat, terutama para petani, agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diminta mencari cara yang lebih aman dalam mengelola lahan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat menjadi pemicu kebakaran. 

“Untuk masyarakat, khususnya para petani, kami berharap dapat membantu tim gabungan dalam penanggulangan karhutla,” ucapnya.

“Salah satu caranya adalah tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar, karena hal itu sangat mengganggu dan bisa memicu kebakaran yang lebih luas,” sambungnya.

Gamalis menambahkan, kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menekan kejadian karhutla. Sebab, sehebat apa pun upaya pemadaman yang dilakukan petugas, penanganan akan sulit maksimal apabila masih ada aktivitas masyarakat yang berpotensi menjadi sumber api. 

Ia juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Dengan laporan cepat, petugas dapat segera melakukan tindakan sebelum api membesar dan menyebar. 

“Jangan sampai api kecil menjadi besar dan sulit dikendalikan. Kita semua harus saling membantu dan menjaga lingkungan,” ujarnya.

Pemkab Berau berharap sinergi antara pemerintah, aparat, petugas pemadam, relawan, dunia usaha, hingga masyarakat dapat terus diperkuat selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung. 

“Menjaga Berau dari ancaman karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan praktik pembakaran lahan, risiko kebakaran dapat ditekan sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan udara bagi masyarakat Bumi Batiwakkal,” tutupnya.(aky/adv/arp) 

Editor : Nurismi
waspada cuaca ekstrem el nino karhutla pemkab berau