Maknai Kemerdekaan RI, Bupati Berau Tekankan Persatuan Sebagai Modal Utama Keberlanjutan Pembangunan

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:20 WIB
PIMPIN UPACARA: Bupati Berau Sri Juniarsih saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 RI, kemarin (17/8). (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
PIMPIN UPACARA: Bupati Berau Sri Juniarsih saat menjadi inspektur upacara HUT ke-81 RI, kemarin (17/8). (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk kembali memaknai perjalanan panjang bangsa dengan penuh rasa syukur.

Di tengah berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi, semangat persatuan dan kebersamaan dinilai menjadi kekuatan utama untuk menjaga Kabupaten Berau tetap aman, damai, dan kondusif. 

Pesan tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih usai mengikuti upacara bendera peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb, Senin (17/8).

Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat persaudaraan, menjaga kebersamaan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan. 

“Dengan hari kemerdekaan yang ke-81 ini, tentu kita harus lebih banyak memaknai dengan segala dinamika yang ada. Kita harus lebih banyak bersyukur, lebih banyak saling mendoakan, serta menjaga persatuan dan kesatuan kita,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai persoalan maupun dinamika yang terjadi di tengah masyarakat harus disikapi secara bijak dan tidak emosional.

Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, namun jangan sampai berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu keamanan dan keharmonisan daerah. 

Sri Juniarsih menilai kondisi Berau yang aman dan kondusif merupakan modal penting bagi keberlangsungan pembangunan.

Dengan situasi yang stabil, pemerintah dapat lebih fokus menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk turut mengambil peran dalam menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. 

“Tetaplah menjaga kondusivitas. Semoga kita berdoa, apa yang kita lewati saat ini bisa kita lewati bersama-sama untuk berawal yang lebih baik,” katanya.

Ia menegaskan, menjaga kondusivitas bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, melainkan tugas bersama seluruh masyarakat.

Semangat gotong royong yang menjadi salah satu karakter bangsa harus terus dipertahankan dalam menghadapi berbagai tantangan. 

Di sisi lain, Sri Juniarsih juga menyampaikan terkait langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam memperjuangkan kepentingan dan hak-hak daerah.

Komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah pusat terus dilakukan. 

Komunikasi tersebut dilakukan melalui berbagai kementerian terkait, terutama untuk memastikan kepentingan daerah dapat disampaikan dan diperjuangkan sesuai dengan potensi serta kontribusi yang dimiliki Kabupaten Berau. 

“Perjuangan kepala daerah, saya tidak bisa berkomentar, tapi kami sudah banyak melakukan komunikasi-komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dengan pemerintah pusat, melalui kementerian-kementerian terkait,” jelasnya.

Menurutnya, komunikasi lintas pemerintahan tersebut menjadi bagian penting dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan memastikan daerah memperoleh dukungan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan serta potensinya. 

Sri Juniarsih berharap berbagai komunikasi dan koordinasi yang telah dilakukan dapat menghasilkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Terlebih, setiap daerah memiliki potensi dan kontribusi masing-masing yang harus dikelola untuk mendukung pemerataan pembangunan. 

“Mudah-mudahan hak-hak yang dimiliki oleh daerah-daerah yang ada di Indonesia dapat diterima, sesuai dengan apa yang kita miliki bersama-sama. Semuanya adalah demi kemakmuran masyarakat,” pungkasnya.(aky/adv/arp) 

Editor : Nurismi
HUT Kemerdekaan RI pemkab berau