Pikat Wisatawan Lewat Suvenir Khas Daerah, Dekranasda Berau Perkuat Ekosistem Pariwisata dan UMKM

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 07:40 WIB
PROMOSIKAN: Dekranasda Berau mendorong pengelola resor dan hotel di Berau bisa mempromosikan produk-produk lokal kepada wisatawan yang berkunjung sebagai langkah promosi. (SENO/BP)
PROMOSIKAN: Dekranasda Berau mendorong pengelola resor dan hotel di Berau bisa mempromosikan produk-produk lokal kepada wisatawan yang berkunjung sebagai langkah promosi. (SENO/BP)

BERAU POST – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau, Edy Suswanto mendorong pengelola hotel dan resor di daerah, turut mengambil peran dalam memperkenalkan produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kepada wisatawan.

Menurut Edy, sektor pariwisata tidak hanya menjadi ruang untuk mengenalkan keindahan destinasi Berau, tetapi juga dapat menjadi sarana memperluas pasar produk lokal. 

Hotel dan resor dinilainya memiliki posisi strategis, karena menjadi salah satu tempat pertama maupun terakhir yang berinteraksi dengan wisatawan selama berada di Berau.

Ia mengajak para pengelola akomodasi wisata untuk menyediakan ruang khusus bagi produk UMKM lokal. Produk tersebut dapat dipajang pada sudut strategis yang mudah dilihat dan dijangkau wisatawan.

“Hotel dan resor bisa ikut memperkenalkan produk UMKM,” ujar Edy.

Menurutnya, produk yang ditampilkan tidak harus dalam jumlah besar. Pengelola dapat memilih berbagai produk khas Berau yang memiliki nilai jual sekaligus mencerminkan identitas daerah.

Produk UMKM juga dapat ditawarkan sebagai pilihan oleh-oleh atau suvenir bagi wisatawan. Dengan begitu, wisatawan yang ingin membawa buah tangan dari Berau memiliki alternatif produk lokal yang mudah ditemukan tanpa harus mencari langsung ke sentra UMKM.

“Bisa dijadikan suvenir bagi wisatawan,” katanya.

Selain itu, Edy melihat peluang lain yang cukup sederhana, yakni menjadikan produk UMKM sebagai pendamping welcome drink bagi tamu hotel maupun resor.

Cara tersebut dinilai dapat menjadi pengalaman tersendiri sekaligus memperkenalkan produk lokal sejak wisatawan pertama kali tiba di tempat menginap.

“Bisa juga menjadi pendamping welcome drink,” ucapnya.

Ia menilai kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua sektor. Hotel dan resor dapat menawarkan pengalaman yang lebih berciri khas lokal, sementara pelaku UMKM memperoleh akses pasar yang lebih luas.

Terlebih, wisatawan yang berkunjung ke Berau tidak hanya membutuhkan tempat untuk menginap, tetapi juga mencari pengalaman dan produk yang dapat mengingatkan mereka terhadap daerah yang dikunjungi.

Edy berharap, pengelola hotel dan resor mulai melihat produk UMKM sebagai bagian dari ekosistem pariwisata.

Dukungan tersebut tidak harus selalu berupa bantuan langsung, melainkan dapat dilakukan melalui ruang promosi dan pemasaran yang berkelanjutan.

Menurutnya, jika kolaborasi antara pelaku UMKM dan sektor pariwisata dapat berjalan konsisten, maka perputaran ekonomi masyarakat juga berpotensi semakin luas.

Produk lokal tidak hanya dikenal oleh masyarakat Berau, tetapi juga dapat dibawa wisatawan ke berbagai daerah sebagai buah tangan. 

“Ini bagian dari upaya memperkuat UMKM lokal,” tegasnya.(sen/arp) 

Editor : Nurismi
promosi UMKM Dekranasda Berau