BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau mengapresiasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur, yang dibangun jajaran Kodim 0902/Berau.
Infrastruktur tersebut dinilai menjadi solusi bagi masyarakat yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses, akibat kondisi jembatan kayu yang hanya dapat dilalui sepeda motor.
Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, pembangunan jembatan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat. Terlebih, pembangunan dilakukan di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.
“Kami mengapresiasi pembangunan yang dilakukan jajaran TNI,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur menjadi bentuk sinergi yang membantu pemerintah daerah memperluas pembangunan hingga ke wilayah kampung.
Kolaborasi tersebut juga dinilai penting di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah dalam memenuhi seluruh kebutuhan infrastruktur secara bersamaan.
“Kami berharap ini menjadi warisan TNI untuk masyarakat kampung,” katanya.
Jembatan Perintis Garuda dibangun menggantikan jembatan kayu yang selama ini menjadi akses warga Labanan Makmur.
Kondisi jembatan lama membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas sehingga harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak dan waktu tempuh lebih panjang.
Kondisi tersebut turut menyulitkan aktivitas masyarakat, termasuk petani yang hendak membawa hasil produksi. Dengan adanya jembatan Armco tersebut, akses masyarakat kini diharapkan lebih aman dan mudah dilalui.
Dandim 0902/Berau, Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris mengatakan, pembangunan jembatan di Labanan Makmur merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di sejumlah titik di Kabupaten Berau.
“Total ada enam titik pembangunan di Berau,” jelasnya.
Selain Labanan Makmur, pembangunan dilakukan di Kecamatan Segah dan Batu Putih masing-masing dua titik, serta satu titik di Kecamatan Sambaliung.
Program tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan melalui jajaran TNI Angkatan Darat.
Faisal menjelaskan, pembangunan di Labanan Makmur dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun terkendala akses. Berdasarkan laporan Babinsa, jembatan kayu sebelumnya hanya memungkinkan sepeda motor melintas.
“Sekarang akses masyarakat lebih aman, nyaman dan menghemat waktu,” tuturnya.
Peresmian pembangunan jembatan tersebut dilakukan serentak dengan sejumlah pembangunan infrastruktur serupa di berbagai daerah di Indonesia, Kamis (13/8).
Selain pembangunan jembatan, program tersebut juga mencakup penyediaan sarana air bersih di sejumlah wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.
Kehadiran berbagai infrastruktur itu diharapkan dapat membantu meningkatkan mobilitas sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.(sen/arp)
Editor : Nurismi