BERAU POST – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau terus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat, sebagai salah satu upaya membuka peluang kerja di tengah terbatasnya kesempatan di sektor formal.
Salah satunya dilakukan melalui fasilitasi pelatihan kewirausahaan di bidang make-up artist (MUA) dan barbershop.
Kepala Disnakertrans Berau, Anang Saprani mengatakan, pelatihan tersebut menyasar calon tenaga kerja yang sebelumnya sudah pernah bekerja maupun masyarakat yang ingin memiliki keterampilan sebagai bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja,” katanya.
Selain keterampilan, peserta juga diarahkan untuk memperoleh kompetensi yang dapat dibuktikan melalui sertifikasi nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Pelatihan kewirausahaan ini menjadi salah satu alternatif kesempatan kerja, mengingat sektor kerja formal saat ini masih terbatas,” ujarnya.
Lanjutnya, keterampilan MUA dan barbershop dipilih sebagai salah satu bidang kewirausahaan yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang usaha.
Adapun para peserta merupakan masyarakat umum, dengan sebagian besar berasal dari kampung-kampung di Kabupaten Berau. Program tersebut juga merupakan hasil usulan dari masyarakat.
“Sebagian besar peserta dari kampung-kampung yang mengusulkan pelatihan melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang),” jelasnya.
Untuk pelatihan MUA dan barbershop tersebut, Disnakertrans Berau memfasilitasi kepada 15 peserta. Jumlah itu diakui masih terbatas.
Ke depan, Disnakertrans berharap cakupan peserta dapat semakin diperluas sehingga lebih banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensinya.
“Saat ini hanya 15 orang saja kuotanya. Kami sebenarnya berharap ke depan bisa semakin banyak,” tuturnya.
Disnakertrans Berau juga telah menyiapkan program pelatihan di bidang otomotif dengan jumlah peserta yang sama, yakni sekitar 15 orang.
Dengan diarahkan untuk memberikan keterampilan kepada calon tenaga kerja agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Peserta juga akan mendapatkan pendampingan berupa pemantauan setelah mengikuti pelatihan. Untuk melihat sejauh mana keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan, baik untuk bekerja maupun memulai usaha.
Monitoring tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui keberlanjutan program. Disnakertrans tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga ingin memastikan peserta dapat memanfaatkan kompetensi yang telah diperoleh.
“Peserta diharapkan mulai merintis usaha setelah mengikuti pelatihan,” ucapnya.
Pemkab Berau berkomitmen kompetensi yang diperoleh diharapkan benar-benar menjadi modal bagi masyarakat untuk memasuki dunia kerja ataupun menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Dengan keterampilan yang dibekali sertifikasi nasional, peserta diharapkan memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja maupun saat mengembangkan usaha di bidang yang telah dipelajari. (aja/adv/arp)
Editor : Nurismi