Tinjau Pemberian Vitamin A Balita, Bupati Berau Minta Posyandu Lakukan Jemput Bola

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:50 WIB
BERI VITAMIN: Bupati Berau Sri Juniarsih secara langsung memberikan vitamin A kepada balita, dalam pencanangan pemberian vitamin A terintegrasi dan obat cacing di Posyandu Melati, Kelurahan Gunung Panjang, Senin (10/8). (IZZA/BP)
BERI VITAMIN: Bupati Berau Sri Juniarsih secara langsung memberikan vitamin A kepada balita, dalam pencanangan pemberian vitamin A terintegrasi dan obat cacing di Posyandu Melati, Kelurahan Gunung Panjang, Senin (10/8). (IZZA/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang bayi serta balita.

Salah satunya melalui pencanangan pemberian vitamin A terintegrasi dan obat cacing yang dilaksanakan setiap bulan Agustus.

Pencanangan berlangsung di Posyandu Melati, Kelurahan Gunung Panjang, Senin (10/8). Bupati Berau, Sri Juniarsih secara langsung meninjau pelaksanaan kegiatan sekaligus ikut memberikan vitamin A kepada balita.

Pelaksanaan pemberian vitamin A tersebut juga dilakukan secara serentak dengan melibatkan sejumlah posyandu di wilayah pesisir melalui pertemuan daring.

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, Pemkab Berau berkomitmen mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, unggul, produktif, berakhlak dan berbudaya.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.

“Masa balita merupakan masa keemasan yang tidak akan terulang kembali. Rentang usia 0 hingga 6 tahun menjadi periode penting yang harus mendapatkan perhatian bersama, terutama dari orangtua yang memiliki anak balita,” jelasnya.

Pada masa tersebut, perkembangan anak berlangsung sangat pesat. Karena itu, kebutuhan gizi harus menjadi perhatian utama untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, daya tahan tubuh maupun fungsi tubuh lainnya.

Salah satu zat gizi mikro yang memiliki peran penting adalah vitamin A. Karena berperan dalam menjaga daya tahan tubuh dan mendukung pertumbuhan anak. Kekurangan vitamin A dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap infeksi.

“Pemberian kapsul vitamin A secara rutin merupakan bagian penting dari upaya kita menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh orangtua yang memiliki balita untuk rutin membawa anak ke posyandu. Posyandu bukan sekadar tempat pemberian vitamin, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memantau pertumbuhan dan mendeteksi persoalan kesehatan anak sejak dini.

“Pastikan anak-anak kita mendapat vitamin A sesuai jadwal,” tegasnya.

Pemberian vitamin A terintegrasi tersebut juga dibarengi dengan pemberian obat cacing sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas gizi anak. Hal tersebut juga berkaitan dengan upaya pencegahan stunting.

Dirinya meminta agar pendataan anak di tingkat RT terus dilakukan. Apabila terdapat anak yang tidak datang ke posyandu, ia meminta agar dilakukan upaya jemput bola sehingga anak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk vitamin A dan obat cacing.

“Selain itu, posyandu menjadi tempat untuk menimbang berat badan, memantau pertumbuhan anak, mendeteksi masalah sejak dini hingga mendapatkan edukasi mengenai gizi,” terangnya.

Sri Juniarsih juga mengingatkan pemberian makanan tambahan (PMT) di posyandu tidak cukup jika tidak diikuti pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang baik di rumah.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi anak merupakan tanggung jawab orangtua setiap hari. Karena itu, ia meminta orangtua memperhatikan jenis makanan yang diberikan kepada anak serta menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi anak.

Ia juga mengimbau orangtua tidak menyamakan makanan untuk anak dengan makanan orang dewasa, termasuk dalam penggunaan makanan pedas. Anak perlu mendapatkan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Berau memiliki sumber daya alam yang kaya, termasuk hasil laut dan berbagai sumber pangan lainnya. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan makanan bergizi bagi keluarga.

“Dalam hal ini, peran PKK juga dinilai penting untuk meningkatkan pengetahuan orangtua mengenai penyediaan makanan bergizi yang dapat diterima dan disukai anak,” katanya.

Dinas Kesehatan juga diminta terus mendorong masyarakat memanfaatkan pelayanan posyandu sekaligus melakukan jemput bola apabila terdapat warga yang belum mendapatkan pelayanan.

Pelayanan kesehatan anak juga tidak harus menunggu sampai anak sakit. Orangtua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan maupun dokter anak untuk memastikan kondisi dan tumbuh kembang anak tetap terpantau.

Ia pun mengajak para ayah untuk lebih terlibat dalam memastikan kesehatan dan tumbuh kembang anak. “Para ayah juga harus terlibat. Ayah wajib hadir,” pesannya.

Sri Juniarsih mendorong seluruh unsur, mulai dari Pemkab Berau, Dinas Kesehatan, puskesmas, tenaga kesehatan, kader posyandu hingga para orangtua untuk bergerak bersama mewujudkan generasi Berau yang sehat dan cerdas.

“SDM yang sehat dan cerdas diawali dari masa keemasan usia 0 sampai 6 tahun. Ketika kita lalai, maka masa depan kita akan mengalami penurunan,” pungkasnya. (aja/adv/arp) 

Editor : Nurismi
Vitamin A posyandu jemput bola pemkab berau