Serap Aspirasi Warga Biatan, Wabup Gamalis Cek Jalan Rusak Penghubung Antarkampung

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:45 WIB

 

SERAP ASPIRASI: Wabup Berau Gamalis berdialog dengan masyarakat Kampung Biatan Ulu dan Biatan Ilir, Kecamatan Biatan, Minggu (9/8). (PROKOPIM UNTUK BERAU POST)
SERAP ASPIRASI: Wabup Berau Gamalis berdialog dengan masyarakat Kampung Biatan Ulu dan Biatan Ilir, Kecamatan Biatan, Minggu (9/8). (PROKOPIM UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Wakil Bupati Berau, Gamalis menemui masyarakat di Kampung Biatan Ulu dan Biatan Ilir, Kecamatan Biatan, Minggu (9/8).

Kunjungan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendengar langsung berbagai persoalan sekaligus kebutuhan yang masih dihadapi masyarakat di dua kampung tersebut.

Didampingi camat Biatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), serta Bagian Tata Pemerintahan Setda Berau, Gamalis berdialog dengan masyarakat dan sejumlah tokoh setempat.

Sejumlah persoalan menjadi perhatian masyarakat, terutama menyangkut akses jalan, pendidikan dan kesehatan.

Dari beberapa kebutuhan tersebut, kondisi infrastruktur jalan menjadi salah satu hal yang paling banyak disampaikan. Karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat menuju ibu kota kecamatan.

Kepala Kampung Biatan Ulu, Samsul mengatakan, akses jalan masih menjadi kebutuhan yang cukup mendesak.

Salah satunya kondisi jalan alternatif yang menghubungkan Kampung Biatan Ulu dengan Kampung Biatan Lempake yang saat ini mengalami kerusakan.

“Untuk akses jalan sangatlah sulit karena harus menempuh jarak yang jauh untuk menuju ibu kota kecamatan. Hal ini lantaran rusaknya jalan alternatif penghubung antara Kampung Biatan Ulu dengan Biatan Lempake,” ungkapnya.

Perbaikan akses jalan akan memberikan dampak besar terhadap aktivitas masyarakat. Tidak hanya memperpendek waktu perjalanan, akses yang lebih baik juga akan memudahkan warga ketika membutuhkan berbagai pelayanan di ibu kota kecamatan.

Saat ini, perjalanan dari Kampung Biatan Ulu dan Biatan Ilir menuju ibu kota kecamatan melalui jalur luar kampung membutuhkan waktu sekitar satu jam. 

Sementara, apabila akses jalan alternatif tersebut dalam kondisi baik, waktu tempuh dapat lebih singkat. “Kalau jalan bagus, jarak tempuh dari Kampung Biatan Ulu dan Biatan Ilir menuju ibu kota kecamatan hanya sekitar 45 menit,” jelasnya.

Karena itu, Samsul berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi jalan alternatif tersebut.

Perbaikan akses akan sangat membantu masyarakat, terutama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan memperoleh pelayanan di tingkat kecamatan.

Selain persoalan infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Kedua sektor tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam pemenuhan pelayanan dasar bagi masyarakat di Kampung Biatan Ulu dan Biatan Ilir.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Melainkan melihat dan mendengar secara langsung kondisi yang dihadapi masyarakat di lapangan.

“Saya hadir untuk berdialog dan mengetahui keluh kesah masyarakat. Selain bersilaturahmi, saya juga ingin mendengarkan aspirasi warga, apa yang dialami dan mencari solusi, termasuk hal-hal yang perlu diprioritaskan ke depan,” katanya.

Dijelaskannya, peningkatan konektivitas antarwilayah kampung akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Akses yang semakin baik akan memudahkan mobilitas warga, termasuk dalam menjangkau pelayanan pendidikan, kesehatan maupun pusat pemerintahan di tingkat kecamatan.

Karena itu, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi bagian penting untuk melihat kebutuhan yang perlu mendapat perhatian ke depan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Warga tjuga diminta idak mudah terprovokasi serta tidak langsung mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kita jaga kebersamaan dan kekeluargaan dengan baik. Kondusivitas ini harus dipertahankan,” tegasnya.

Pemkab Berau akan terus membangun sinergi bersama aparat keamanan, pemerintah kampung, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta seluruh warga dalam menjaga stabilitas wilayah.

Kondisi daerah yang aman dan kondusif merupakan modal penting dalam menjalankan pembangunan. (aja/adv/arp) 

Editor : Nurismi
akses jalan rusak pemkab berau