BERAU POST – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat yang kini semakin bergeser ke ruang digital. Salah satunya melalui Workshop Multimedia Kreatif untuk Media Sosial yang digelar pada 5 Agustus lalu.
Sekretaris Dispusip Berau, Sunarto mengatakan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 36 peserta, baik dari umum maupun pengelola perpustakaan.
Dengan menjadi bagian dari upaya Dispusip Berau meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola media sosial.
Khususnya untuk menyampaikan berbagai informasi terkait perpustakaan, literasi, kearsipan hingga kegiatan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, perkembangan era digital menuntut perpustakaan dan kearsipan untuk tidak lagi hanya menunggu masyarakat datang secara langsung.
Kehadiran lembaga di ruang digital menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan minat masyarakat terhadap berbagai layanan yang tersedia.
“Di era digital saat ini, perpustakaan dan kearsipan tidak bisa hanya menunggu pengunjung datang. Kami harus jemput bola ke ruang digital masyarakat. Media sosial adalah etalase baru perpustakaan kita,” katanya.
Ia menjelaskan, media sosial memiliki peran strategis untuk memperkenalkan berbagai program dan layanan Dispusip Berau kepada masyarakat, dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian, terutama generasi muda.
Karena itu, konten yang disajikan tidak cukup hanya bersifat informatif. Pesan mengenai literasi, layanan perpustakaan, kearsipan maupun berbagai aktivitas Dispusip perlu dikemas secara kreatif, menarik dan relevan dengan karakter pengguna media sosial.
“Tujuan workshop ini sangat jelas, yakni meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat konten kreatif, informatif dan menarik,” ungkapnya.
“Konten tentang layanan perpustakaan, literasi, kearsipan dan kegiatan Dispusip Berau harus dikemas dengan cara yang kekinian agar sampai ke anak muda,” sambungnya.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai keterampilan dasar hingga strategi pengelolaan konten media sosial. Materi yang diberikan mencakup editing video, desain poster, copywriting hingga strategi penyusunan konten.
Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menghasilkan materi publikasi yang tidak hanya memiliki tampilan menarik, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara efektif kepada masyarakat.
Dispusip Berau berupaya memastikan informasi mengenai perpustakaan dan kearsipan dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik di tengah perubahan kebiasaan masyarakat yang semakin mengandalkan media digital sebagai sumber informasi. (aja/adv/arp)
Editor : Nurismi