BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya memperkuat penanganan persoalan sampah, sebagai salah satu langkah menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Bupati Berau, Sri Juniarsih menilai, upaya menjaga kebersihan tidak dapat hanya mengandalkan petugas lapangan, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat serta dukungan dunia usaha.
Menurutnya, keberadaan petugas kebersihan selama ini patut diapresiasi karena tetap bekerja maksimal di tengah keterbatasan jumlah personel. Namun, ia mengakui kapasitas yang ada belum mampu menjangkau seluruh wilayah secara optimal.
Ia menyebut, saat ini jumlah tenaga kebersihan yang bertugas hanya sekitar 40 orang. Dengan jumlah tersebut, penanganan sampah di berbagai kawasan tentu memiliki keterbatasan, sementara pemerintah daerah juga belum dapat menambah personel baru.
“Petugas kebersihan sudah bekerja dengan baik, tetapi jumlahnya hanya sekitar 40 orang sehingga tentu belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan,” ujarnya.
Selain keterbatasan tenaga, Sri Juniarsih juga menyoroti masih adanya masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Perilaku itu disebutnya menjadi salah satu penyebab persoalan sampah terus berulang, meski pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanganan.
Ia berharap penerapan aturan terhadap pelanggaran pembuangan sampah dapat dilakukan lebih tegas sehingga memberikan efek jera kepada masyarakat yang tidak mematuhi ketentuan.
“Kalau memang ada sanksi hukum, saya harap bisa ditegakkan lebih keras agar ada efek jera,” katanya.
Bupati juga mengungkapkan, persoalan sampah di Berau tidak hanya berasal dari aktivitas masyarakat setempat. Pada waktu tertentu, wilayah pesisir Berau juga menerima kiriman sampah yang terbawa arus laut, bahkan diduga berasal dari luar daerah hingga luar negeri.
Selain itu, Sri Juniarsih mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau agar mengarahkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) pada kegiatan yang mendukung kebersihan lingkungan.
Lanjutnya, program CSR tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
“Program ini wajib memberikan manfaat kepada masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan pariwisata, sehingga dampaknya juga dirasakan oleh masyarakat luas,” tegasnya. (sen/arp)
Editor : Nurismi