BERAU POST – Sebanyak 77 kampung dan dua kelurahan di Kabupaten Berau berpotensi kembali menerima insentif Dana Karbon pada 2026.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau masih melakukan koordinasi terkait besaran serta mekanisme penyaluran dana tersebut.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, program Dana Karbon diperkirakan akan kembali berlanjut tahun ini. Namun, hingga saat ini pemerintah daerah masih menunggu kepastian terkait jumlah anggaran yang akan diterima.
“Sepertinya tahun ini akan berlanjut lagi dana karbon,” ujarnya.
Ia menjelaskan, besaran dana karbon 2026 belum ditetapkan secara resmi. Namun, berdasarkan perkiraan sementara, nilainya berpotensi lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp 390 miliar.
“Besaran belum kami pastikan,” katanya.
Selain menunggu kepastian anggaran, Pemkab Berau juga masih melakukan evaluasi terhadap penggunaan dana karbon yang telah diterima kampung dan kelurahan sebelumnya.
Evaluasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan penerima maupun pola pemanfaatan dana pada tahun berjalan.
Menurut Tenteram, dana karbon yang bersumber dari dukungan World Bank tersebut memiliki tujuan utama mendukung upaya perlindungan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan. “Dana ini kembali untuk lingkungan,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sejumlah kegiatan yang dapat didukung melalui dana karbon di antaranya pengembangan usaha masyarakat berbasis lingkungan, seperti budidaya madu kelulut, penanaman pohon, serta kegiatan lain yang berkaitan dengan konservasi dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Menunya terkait lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.
Tenteram berharap pemanfaatan Dana Karbon ke depan dapat semakin optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat kampung maupun kelurahan penerima.
Selain mendukung pelestarian lingkungan, program tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru yang tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Pemerintah daerah juga mendorong agar setiap kegiatan yang menggunakan dana karbon benar-benar dirancang sesuai kebutuhan masyarakat dan memiliki manfaat jangka panjang bagi lingkungan di Kabupaten Berau. (sen/adv/arp)
Editor : Nurismi