Utamakan Komoditas Ikan Tuna, Diskan Berau Dorong Pembangunan Pabrik Pengalengan Modern

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 08:00 WIB
POTENSI IKAN MELIMPAH: Sebagai wilayah dengan potensi ragam dan perikanan yang melimpah, Dinas Perikanan terus berupaya tingkatkan produk olahan.  (BERAU POST)
POTENSI IKAN MELIMPAH: Sebagai wilayah dengan potensi ragam dan perikanan yang melimpah, Dinas Perikanan terus berupaya tingkatkan produk olahan.  (BERAU POST)

BERAU POST – Dinas Perikanan (Diskan) Berau berencana mengembangkan industri pengolahan hasil laut dengan membangun pabrik pengalengan ikan berskala besar.

Program tersebut diproyeksikan menjadi langkah jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah sektor perikanan sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid mengatakan, pembangunan pabrik pengalengan tidak dapat dilakukan hanya mengandalkan kemampuan pemerintah daerah.

Karena itu, Pemkab Berau akan membuka peluang kerja sama dengan investor maupun pihak ketiga yang memiliki minat mengembangkan industri perikanan di Bumi Batiwakkal.

“Target jangka panjang kami adalah membangun pabrik pengalengan melalui kerja sama dengan pihak ketiga,” ujarnya.

Rencana tersebut didukung oleh potensi sumber daya perikanan Berau yang dinilai sangat besar. Produksi ikan di perairan Berau diperkirakan mencapai sekitar 3.500 ton per tahun, sehingga dinilai mampu menjadi penopang kebutuhan bahan baku industri pengalengan secara berkelanjutan.

Majid menjelaskan, saat ini aktivitas pengalengan ikan di Berau masih didominasi industri rumah tangga dengan kapasitas produksi yang terbatas.

Padahal, daerah ini memiliki potensi perikanan yang beragam dan dapat dikembangkan menjadi industri berskala besar.

“Saat ini masih dalam skala kecil atau industri rumahan,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan industri pengalengan tidak hanya bergantung pada besarnya hasil tangkapan, tetapi juga kepastian pasokan bahan baku yang berkelanjutan.

Karena itu, pengelolaan sumber daya perikanan harus dilakukan secara optimal agar mampu memenuhi kebutuhan industri dalam jangka panjang. “Keberlanjutan bahan baku menjadi kunci,” tegasnya.

Majid menambahkan, karakteristik perairan Berau memiliki keunggulan dibanding sejumlah daerah lain di Indonesia. Jika beberapa wilayah hanya mengandalkan satu jenis ikan sebagai komoditas utama, perairan Berau justru memiliki kekayaan hasil laut yang lebih beragam.

Berbagai komoditas seperti tuna, sarden, kerang, dan jenis ikan lainnya tersedia di perairan Berau. Meski begitu, untuk tahap awal pengembangan industri pengalengan, pemerintah akan memprioritaskan komoditas ikan tuna karena dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang pasar yang menjanjikan.

“Kami mengutamakan ikan tuna untuk industri pengalengan,” pungkasnya.(sen/adv)

Editor : Nurismi
Dinas Perikanan Berau pengalengan ikan