Tangani Delapan Hektare Lahan Sawah, DTPHP Berau Salurkan Bantuan Pestisida Bagi Petani

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 07:35 WIB
ATASI GANGGUAN: DTPHP Berau kembali menerjunkan tim pengendalian hama untuk mencegah kerugian petani. (DTPHP BERAU UNTUK BERAU POST)
ATASI GANGGUAN: DTPHP Berau kembali menerjunkan tim pengendalian hama untuk mencegah kerugian petani. (DTPHP BERAU UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau bergerak cepat melakukan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) di lahan pertanian Kecamatan Teluk Bayur.

Langkah ini dilakukan menyusul adanya laporan peringatan dini dari Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) setempat terkait potensi serangan hama dan penyakit pada tanaman padi.

Kepala DTPHP Berau, Lita Handini melalui Pejabat Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, Bambang Sujatmiko mengatakan, penanganan dilakukan segera setelah menerima laporan dari POPT Kecamatan Teluk Bayur, Dewi Sri Ulan.

“Penanganan dilakukan berdasarkan laporan peringatan dini dari POPT,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sekitar lima hektare lahan pertanian ditangani menggunakan drone milik DTPHP untuk mempercepat proses penyemprotan. Metode tersebut dinilai lebih efektif dalam menjangkau areal persawahan yang membutuhkan penanganan cepat.

“Sekitar lima hektare ditangani menggunakan drone dinas,” katanya.

Sementara itu, sekitar tiga hektare lahan lainnya yang masih berstatus waspada ditangani langsung oleh petani. DTPHP memberikan bantuan pestisida agar pengendalian dapat dilakukan lebih awal sebelum serangan berkembang lebih luas.

“Petani melakukan penyemprotan dengan pestisida bantuan dinas,” jelasnya.

Bambang menyebutkan, pestisida yang disalurkan disesuaikan dengan jenis ancaman yang berpotensi menyerang tanaman.

Untuk mengendalikan hama wereng digunakan Hades 123 SL, sedangkan ulat penggerek batang ditangani menggunakan Indotop 501 SL. Adapun penyakit blas diantisipasi dengan Sidazeb 80 WP.

“Bantuan disesuaikan dengan jenis hama dan penyakit yang dihadapi,” tuturnya.

Menurutnya, pengendalian sejak dini merupakan langkah penting untuk menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga produktivitas padi di wilayah Teluk Bayur.

DTPHP juga terus melakukan pemantauan melalui petugas di lapangan agar perkembangan organisme pengganggu tumbuhan dapat segera terdeteksi.

Melalui sinergi antara petugas dan petani, DTPHP berharap penyebaran hama maupun penyakit tanaman dapat dikendalikan sehingga hasil panen tetap terjaga dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi petani. (sen/adv/arp) 

Editor : Nurismi
DTPHP Berau Serangan hama pestisida