BERAU POST – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau terus memperkuat kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan yang digelar beberapa waktu lalu di Pendopo dan Ruang Rapat Kecamatan Segah.
Kegiatan yang difasilitasi Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Sosial Budaya Masyarakat itu, diikuti pengurus LKD dari 13 kampung di Kecamatan Segah dan lima kampung di Kecamatan Kelay yang berbatasan langsung dengan wilayah Segah.
Peserta terdiri atas ketua RT, ketua dan sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK, Karang Taruna, serta perwakilan kader Posyandu.
Mereka mendapatkan pembekalan mengenai penguatan tata kelola kelembagaan hingga peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur dan kelembagaan masyarakat agar mampu menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memperkuat kapasitas seluruh LKD,” ujarnya.
Berbagai materi disampaikan oleh narasumber sesuai bidang masing-masing. Surtini memaparkan kebijakan umum dan tata kelola Gerakan PKK.
Sementara Muhammad Safari membahas implementasi Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus memandu simulasi penerapannya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai implementasi tugas LPM Kampung, pemanfaatan anggaran Bantuan Keuangan Kampung (BK3) oleh RT, serta tugas dan fungsi Karang Taruna Kampung yang disampaikan Rini Pudjiastuti.
Menurut Tenteram, penguatan kapasitas kelembagaan menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan kampung yang lebih efektif dan partisipatif.
“Seluruh lembaga memiliki peran strategis dalam pembangunan di tingkat kampung,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, DPMK bersama Kecamatan Segah akan membentuk grup WhatsApp yang menjadi wadah koordinasi dan pembinaan seluruh LKD.
Melalui media tersebut, komunikasi antara pemerintah kecamatan, DPMK, dan pengurus kelembagaan di kampung diharapkan semakin intensif.
Ia berharap pembinaan tidak berhenti pada kegiatan tatap muka, tetapi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui pertemuan daring menggunakan Zoom Meeting.
“Kami berharap pembinaan terus berjalan agar kapasitas LKD semakin meningkat,” pungkasnya. (sen/adv/arp)
Editor : Nurismi