BERAU POST – Peningkatan kualitas layanan perpustakaan terus diperkuat melalui pelaksanaan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Batch II yang digelar di Ruang Sangalaki, Kantor Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, Kamis (30/7).
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mewujudkan perpustakaan yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP) melalui kolaborasi pemerintah daerah bersama para pengelola perpustakaan di berbagai jenjang.
Staf Ahli Sekretariat Kabupaten Berau, Warji mengatakan, perpustakaan memiliki peran yang semakin strategis, tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi berkembang sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat, ruang kolaborasi, dan wadah lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Tata kelola perpustakaan harus terus diperkuat agar semakin profesional, berkualitas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Akreditasi perpustakaan merupakan instrumen evaluasi yang mendorong setiap perpustakaan melakukan pembenahan secara berkelanjutan.
Pembenahan tersebut meliputi pengelolaan koleksi, peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan hingga pemanfaatan teknologi informasi agar layanan yang diberikan sesuai dengan standar nasional.
Kabupaten Berau diketahui telah menunjukkan capaian yang membanggakan. Pada 2024, sebanyak 16 perpustakaan di Berau berhasil memperoleh akreditasi, jumlah terbanyak di Kalimantan Timur. Berbagai prestasi juga berhasil diraih perpustakaan di Berau, bahkan hingga tingkat nasional.
“Harapannya perpustakaan semakin diminati masyarakat dan mampu menjawab kebutuhan informasi. Salah satu fondasi penting untuk itu adalah membangun budaya literasi di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai keberadaan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang terus berkembang di Berau, menjadi langkah positif dalam memperluas akses literasi masyarakat.
Karena itu, dukungan seluruh pemangku kepentingan dinilai sangat diperlukan agar pengembangan perpustakaan terus berjalan.
“Saya mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama mendukung pengembangan perpustakaan di Berau. Kita dapat meningkatkan literasi masyarakat menuju Berau yang semakin maju dan sejahtera,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau, Nur Sena menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti pengelola perpustakaan dari berbagai jenis perpustakaan, mulai dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, perpustakaan khusus, perpustakaan kecamatan hingga kelurahan.
Pelaksanaan sosialisasi dan advokasi akreditasi dilaksanakan dalam dua batch dengan target sekitar 200 pengelola perpustakaan.
Khusus batch kedua, sekitar 100 peserta diundang dan merupakan pengelola perpustakaan yang belum pernah mengikuti proses akreditasi.
“Kami ingin memberikan pembekalan yang komprehensif mengenai akreditasi perpustakaan, pemahaman terhadap Standar Nasional Perpustakaan, sekaligus pendampingan teknis dalam proses pengajuan akreditasi melalui aplikasi SILUAP atau SiPAPI,” singkatnya.(aja/arp)
Editor : Nurismi