Fokus Tingkatkan Kualitas Biji Kakao, Disbun Berau Intensifkan Pendampingan Budidaya Bagi Petani

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 07:35 WIB
PERKUAT KAKAO: Sampai saat ini Dinas Perkebunan Berau terus berupaya untuk meningkatkan hasil kakao para petani. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
PERKUAT KAKAO: Sampai saat ini Dinas Perkebunan Berau terus berupaya untuk meningkatkan hasil kakao para petani. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Komoditas kakao masih menjadi salah satu sektor perkebunan yang terus mendapat perhatian serius dari Dinas Perkebunan (Disbun) Berau.

Berbagai program pengembangan terus dijalankan sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong kesejahteraan petani kakao di Bumi Batiwakkal.

Sekretaris Dinas Perkebunan Berau, Mansur Tanca mengatakan, kakao memiliki potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan.

Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar hasil panen petani semakin meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. 

Menurutnya, pengembangan kakao tidak cukup hanya dengan memperluas areal tanam. Paling penting adalah memastikan petani memiliki kemampuan dalam menerapkan teknik budidaya yang baik serta didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. 

“Berbagai upaya terus dilakukan untuk mendukung pengembangannya, mulai dari pembinaan kepada para petani, pemberian bibit unggul, hingga bantuan alat produksi. Harapannya, para petani dapat memperoleh hasil panen yang lebih maksimal,” ujar Mansur.

Ia menjelaskan, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada proses penanaman, tetapi juga mencakup perawatan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga teknik panen yang benar. 

Dengan pendampingan tersebut, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun kakao sekaligus menghasilkan biji kakao dengan kualitas yang memiliki daya saing di pasar. 

“Bibit berkualitas dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil produksi, karena lebih tahan terhadap serangan penyakit dan memiliki potensi hasil panen yang lebih tinggi,” ucapnya.

Tidak hanya itu, bantuan alat produksi juga diberikan untuk mempermudah proses budidaya maupun pengolahan hasil panen.

Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani sehingga biaya produksi dapat ditekan dan nilai ekonomi kakao semakin meningkat. 

Mansur menegaskan, keberhasilan pengembangan kakao memerlukan sinergi antara pemerintah dan para petani.

Bantuan yang diberikan pemerintah harus diimbangi dengan keseriusan petani dalam merawat tanaman serta menerapkan ilmu yang telah diperoleh melalui berbagai kegiatan pembinaan. 

“Kami berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jika tanaman dirawat dengan baik dan petani menerapkan teknik budidaya yang benar, tentu hasil produksi akan meningkat” pungkasnya (aky/adv)

Editor : Nurismi
Dishub Berau bibit kakaban