Promosikan Kopi Liberika Khas Berau, Disbudpar Berau Gagas Penyelenggaraan Festival Kopi Daerah

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 08:15 WIB
INDUSTRI KOPI: Disbudpar Berau berencana menggelar festival kopi sebagai ajang promosi sekaligus ruang kolaborasi para pelaku usaha kopi. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
INDUSTRI KOPI: Disbudpar Berau berencana menggelar festival kopi sebagai ajang promosi sekaligus ruang kolaborasi para pelaku usaha kopi. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Menjamurnya kafe dan bisnis kopi keliling di Kabupaten Berau menjadi angin segar bagi perkembangan industri kopi lokal.

Melihat peluang tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menggagas penyelenggaraan Festival Kopi, sebagai ajang promosi sekaligus ruang kolaborasi para pelaku usaha kopi. 

Festival itu dirancang menjadi tempat berkumpulnya para pengusaha kopi, barista, petani, hingga pecinta kopi, dengan fokus utama memperkenalkan kopi liberika khas Berau yang memiliki cita rasa unik dan potensi besar di pasar wisata maupun ekonomi kreatif.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, festival tersebut bertujuan mendekatkan berbagai olahan kopi lokal kepada masyarakat luas.

“Kami ingin para pengusaha kopi menyediakan produk terbaiknya, lalu masyarakat datang untuk mencicipi berbagai jenis kopi yang ada. Jadi festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga edukasi tentang kekayaan kopi Berau,” ujarnya.

Menurut Yudha, geliat usaha kopi di Berau saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Kehadiran kafe-kafe baru dan kopi keliling tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menciptakan budaya ngopi yang semakin kuat di tengah masyarakat. 

Pemerintah daerah juga disebutnya ingin memastikan kopi lokal menjadi bagian penting dari identitas wisata Berau.

Salah satunya adalah menjadikan kopi lokal sebagai suguhan resmi dalam berbagai agenda pemerintah daerah, sehingga tamu dari luar daerah dapat langsung mengenal cita rasa kopi Berau.  

“Bayangkan wisatawan yang baru tiba atau akan melanjutkan perjalanan bisa menikmati secangkir kopi khas Berau di ruang tunggu bandara atau dermaga. Itu akan menjadi pengalaman yang membekas dan memperkuat promosi wisata kita,” jelasnya.

Yudha optimistis, jika promosi dilakukan secara konsisten dan didukung pendampingan dari berbagai pihak, produksi kopi lokal Berau akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. 

Ia menilai sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas menjadi kunci pengembangan kopi liberika.

“Mudah-mudahan Dinas Perkebunan bisa terus melakukan pendampingan kepada petani. Kami juga perlu pertemuan rutin lintas sektor agar pengembangan kopi Berau berjalan bersama-sama dan berkelanjutan,” pungkasnya.(aky/adv/arp) 

Editor : Nurismi
Kopi Liberika Berau festival kopi Disbudpar Berau pemkab berau