Sokong Makan Bergizi Gratis, DPMK Berau Alokasikan 20 Persen Dana Desa Pangan

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:30 WIB
ILUSTRASI: Pemkab Berau terus mendorong penguatan ketahanan pangan, ekonomi lokal, dan kemandirian kampung melalui kolaborasi lintas sektor. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Pemkab Berau terus mendorong penguatan ketahanan pangan, ekonomi lokal, dan kemandirian kampung melalui kolaborasi lintas sektor. (IZZA/BP)

BERAU POST – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau terus memperkuat arah pembangunan kampung dengan fokus pada ketahanan pangan, pengembangan ekonomi lokal, serta percepatan peningkatan status kampung.

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu menyampaikan, pembangunan kampung saat ini tidak hanya sebatas pemenuhan infrastruktur dasar.

Lebih dari itu, kampung harus mampu tumbuh mandiri dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. Kampung didorong untuk memanfaatkan potensi lokal serta mengoptimalkan penggunaan Dana Desa, termasuk alokasi 20 persen yang diarahkan untuk mendukung sektor tanaman pangan.

“Ketahanan pangan menjadi isu yang sangat penting sekarang. Kampung harus mampu mempersiapkan diri, termasuk menyediakan kebutuhan pangan lokal seperti beras, ikan, telur, dan komoditas lainnya agar nantinya bisa mendukung program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Meski program tersebut belum sepenuhnya berjalan di Kabupaten Berau, persiapan di tingkat kampung perlu dilakukan sejak awal. Hal ini agar kampung memiliki kesiapan dalam mendukung program pemerintah ketika mulai diterapkan.

Upaya membangun kemandirian kampung membutuhkan kerja bersama. DPMK tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan perangkat daerah lain yang memiliki peran dalam pengembangan sektor pangan dan ekonomi masyarakat. 

Kolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), Dinas Pangan, serta Dinas Perkebunan (Disbun) menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor pertanian, perkebunan, dan potensi ekonomi kampung.

“Kalau membangun kampung itu harus dikerjakan bersama. Tidak bisa hanya DPMK sendiri, tetapi perlu kolaborasi dengan berbagai pihak agar hasilnya maksimal,” katanya.

Selain ketahanan pangan, DPMK Berau juga terus mendorong peningkatan status kampung. Saat ini terdapat 19 kampung di Berau yang telah berstatus mandiri.

“Tentu ini membutuhkan kerja keras pemerintah kampung dalam menggerakkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan pelayanan dasar,” jelasnya.

Peningkatan status kampung juga berjalan seiring dengan pemenuhan fasilitas dasar bagi masyarakat. Salah satunya di Kampung Punan Malinau yang kini telah mendapatkan akses listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk 34 rumah warga. 

Selain itu, pembangunan sistem penyediaan air bersih di kampung tersebut juga hampir selesai. Pihaknya juga terus mendorong kampung agar mampu mengembangkan produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Pengembangan tidak hanya berhenti pada hasil produksi mentah, tetapi diarahkan pada proses hilirisasi agar menghasilkan produk olahan yang lebih bernilai.

Ia mencontohkan Kampung Punan Malinau yang memiliki potensi madu y dikembangkan. Sementara sejumlah kampung lainnya didorong untuk mengembangkan komoditas kakao dan sektor perkebunan lainnya melalui pendampingan bersama instansi terkait. Pihaknya ingin setiap kampung memiliki produk unggulan yang kuat.

“Usaha tersebut tidak hanya menghasilkan bahan baku, tetapi juga mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan bahkan dapat masuk ke e-katalog pemerintah,” pungkasnya. (aja/adv/arp) 

Editor : Nurismi
dana desa pangan DPMK Berau pemkab berau