Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Sasar Wisata Autentik, Pemerintah Daerah Intensifkan Pelestarian Seni Budaya Tradisional

Nurismi • Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:35 WIB
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (MARNI/BP)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (MARNI/BP)

BERAU POST - Sektor kebudayaan dan pariwisata yang merupakan salah satu pilar baru penggerak perekonomian daerah terus diperkuat. Tujuannya agar mengurangi ketergantungan terhadap sektor sumber daya alam. 

Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, pembangunan daerah ke depan harus mampu memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki Berau, tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan maupun perkebunan. 

Menurutnya, kekayaan alam yang berpadu dengan keberagaman budaya menjadi modal besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apalagi Kabupaten Berau memiliki berbagai potensi unggulan, mulai dari destinasi wisata bahari, kawasan kepulauan, hutan tropis, hingga situs geologi yang telah dikenal luas. 

“Seluruh potensi tersebut perlu dikelola secara optimal, agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya daerah,” katanya. 

Selain mengandalkan pesona alam, Gamalis menilai pelestarian budaya lokal juga menjadi faktor penting dalam pengembangan sektor pariwisata.

Wisatawan saat ini tidak hanya mencari panorama yang indah, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik dan mencerminkan karakter suatu daerah.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pelestarian seni tradisional, adat istiadat, kuliner khas, kerajinan masyarakat, hingga penyelenggaraan berbagai festival budaya.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan selama berkunjung ke Berau.

Lanjutnya, pelestarian budaya tidak hanya bertujuan menjaga warisan leluhur, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku seni, pelaku UMKM, komunitas budaya, maupun generasi muda yang bergerak di sektor ekonomi kreatif.

“Budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang memberi nilai tambah bagi pariwisata,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pengembangan sektor pariwisata membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat di kampung-kampung wisata harus berjalan bersama agar pengembangan destinasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” imbuhnya.

“Pengelola destinasi wisata, pemandu wisata, pelaku usaha, hingga pelaku ekonomi kreatif didorong terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadirkan pelayanan yang profesional dan berdaya saing,” sambungnya.

Gamalis pun optimistis sektor kebudayaan dan pariwisata akan menjadi salah satu fondasi ekonomi baru Kabupaten Berau apabila seluruh potensi yang dimiliki dikelola secara terpadu, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. 

“Dengan membangun destinasi, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta menjaga kelestarian budaya dan lingkungan, manfaat pembangunan diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.(sen/arp) 

 

Editor : Nurismi
wisata pemkab berau budaya