BERAU POST – Upaya memperkuat pengamanan tanaman pangan dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) terus dilakukan pemerintah.
Di antaranya dengan bantuan pestisida dari UPTD Proteksi Tanaman Hortikultura dan Perkebunan (THP) Kalimantan Timur terhadap Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau.
Bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung petugas dan kelompok tani dalam melakukan pengendalian hama maupun penyakit tanaman secara lebih cepat dan tepat. Supaya produktivitas pertanian tetap terjaga serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Berau.
Pejabat Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) DTPHP Berau, Bambang Sujatmiko mengatakan, bantuan yang diterima terdiri atas berbagai jenis pestisida yang disesuaikan dengan kondisi serangan hama dan penyakit di lapangan.
“Jenis bantuannya cukup beragam dan sesuai kebutuhan petani,” ujarnya.
Adapun bantuan yang diterima meliputi Krenakum atau racun tikus sebanyak 10 dus dengan total sekitar 200 kilogram, Benlok sebagai fungisida sebanyak 10 dus, Indotop berupa insektisida satu dus atau sekitar 20 liter, Harber sebagai racun keong sebanyak tiga dus, serta BT-Plus atau pestisida nabati sebanyak satu dus.
Menurut Bambang, seluruh bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pengendalian berbagai organisme pengganggu yang selama ini menjadi ancaman bagi tanaman pangan, khususnya padi sawah.
“Pengendalian dilakukan terhadap hama ulat, penggerek batang, hama putih palsu, tikus, hingga keong,” jelasnya.
Selain serangan hama, bantuan fungisida juga akan digunakan untuk menekan perkembangan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur.
Beberapa penyakit yang kerap menyerang tanaman padi di antaranya blas, bercak coklat, serta patah leher yang dapat menurunkan hasil panen apabila tidak segera ditangani.
Ia menuturkan, pengendalian organisme pengganggu tanaman merupakan bagian penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian.
Karena itu, ketersediaan sarana pengendalian seperti pestisida sangat dibutuhkan, terutama saat intensitas serangan hama mulai meningkat.
Bambang berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain itu, pengendalian juga akan terus dilakukan dengan memperhatikan prinsip pengendalian hama terpadu agar penggunaan pestisida tetap efektif dan ramah terhadap lingkungan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada UPTD Proteksi THP Kalimantan Timur atas penyaluran bantuan pestisida ini,” katanya.
Lanjutnya, dukungan dari pemerintah provinsi menjadi bentuk sinergi dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di daerah.
Dengan pengendalian hama dan penyakit yang berjalan baik, sentra-sentra produksi pangan di Kabupaten Berau diharapkan mampu menghasilkan panen yang optimal.
“Harapannya produksi pertanian meningkat dan ikut memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (sen/arp)
Editor : Nurismi