Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Perkuat Ketahanan Pangan, DPUPR Berau Optimalkan Jaringan Irigasi di 20 Kampung Pangan

Nurismi • Rabu, 15 Juli 2026 | 07:50 WIB
ILUSTRASI: DPUPR Berau bakal membangun jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan. (SENO/BP)
ILUSTRASI: DPUPR Berau bakal membangun jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan. (SENO/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 80,143 miliar pada APBD 2026 untuk melanjutkan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat infrastruktur pendukung sektor pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah.

Kepala DPUPR Berau, Fendra Frinawan melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata mengatakan, seluruh paket pekerjaan yang telah direncanakan saat ini masih berada pada tahap persiapan. Hingga pertengahan Juli, pelaksanaan fisik di lapangan belum dimulai karena masih menunggu proses pengadaan.

“Saat ini seluruh paket masih dalam proses lelang, sehingga pekerjaan fisik belum berjalan,” ujarnya, Selasa (14/7).

Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP), pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi tahun ini akan dilaksanakan pada 24 titik yang tersebar di 20 kampung di Kabupaten Berau.

Program tersebut lebih difokuskan pada peningkatan fungsi jaringan yang telah ada dibandingkan membuka kawasan irigasi baru.

Menurut Hendra, sebagian besar pekerjaan berupa normalisasi saluran dan peningkatan kapasitas jaringan agar distribusi air menuju lahan pertanian menjadi lebih optimal. Karena itu, pelaksanaan tahun ini lebih diarahkan pada penguatan infrastruktur eksisting.

“Fokusnya normalisasi dan peningkatan kapasitas jaringan. Tahun ini belum ada penambahan daerah irigasi baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, tidak seluruh lokasi akan langsung memasuki tahap konstruksi. Sejumlah titik masih menjalani proses penyusunan perencanaan teknis sebelum pekerjaan fisik dapat dilaksanakan.

Anggaran Rp 80,143 miliar tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan di lapangan, tetapi juga mencakup keseluruhan tahapan proyek.

Mulai dari penyusunan perencanaan, pengawasan, operasional kegiatan hingga pelaksanaan lanjutan peningkatan jaringan irigasi.

Dalam pelaksanaannya, DPUPR Berau menerapkan dua mekanisme pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku. Paket pekerjaan dengan nilai tertentu akan dilakukan melalui pengadaan langsung, sementara proyek berskala lebih besar dilaksanakan melalui proses tender. 

Melalui tahapan tersebut, pemerintah berharap pembangunan jaringan irigasi dapat berjalan sesuai regulasi dan mampu meningkatkan pelayanan air bagi sektor pertanian di Kabupaten Berau. (sen/adv/arp) 

Editor : Nurismi
jaringan irigasi DPUPR Berau ketahanan pangan