Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Sarana Bentuk Karakter Qurani, Bupati Sri Juniarsih Resmi Buka MTQ ke-56 Berau

Nurismi • Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:40 WIB
RESMI DIBUKA: MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Berau resmi bergulir di Kecamatan Talisayan di Arena Utama MTQ, halaman Masjid Baiturrahman, Kamis (9/7). (PROKOPIM SETKAB BERAH UNTUK BERAU POST)
RESMI DIBUKA: MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Berau resmi bergulir di Kecamatan Talisayan di Arena Utama MTQ, halaman Masjid Baiturrahman, Kamis (9/7). (PROKOPIM SETKAB BERAH UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Berau resmi bergulir di Kecamatan Talisayan.

Kegiatan yang dipusatkan di Arena Utama MTQ, halaman Masjid Baiturrahman, Kamis (9/7) itu dibuka Bupati Berau, Sri Juniarsih dengan penekanan tombol sirene sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian perlombaan.

Perhelatan yang akan berlangsung selama lima hari tersebut diikuti 738 peserta beserta ofisial dari 13 kecamatan di Kabupaten Berau.

Prosesi pembukaan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Berau, jajaran Forkopimda, Asisten I Setkab Berau, Kepala Kantor Kementerian Agama Berau, serta Camat Talisayan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan, MTQ memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi membaca Alqur’an. Kegiatan ini menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai Alqur’an dalam kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan mental dan spiritual umat.

“MTQ menjadi sarana membangun mental dan spiritual masyarakat melalui nilai-nilai Alquran,” ujarnya.

Ia mengatakan, Alquran harus menjadi pedoman hidup yang mampu membentuk karakter, khususnya bagi generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah.

Dengan menjadikan ajaran Alquran sebagai landasan kehidupan, persatuan dan keharmonisan masyarakat diyakini dapat terus terjaga.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, lanjut Sri, berkomitmen mendukung berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berakhlakul karimah.

Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan nilai moral dan spiritual.

Ia juga mengingatkan, dewan hakim agar menjalankan tugas secara objektif dan menjaga integritas selama proses penilaian berlangsung.

Sementara kepada seluruh peserta, Sri mengajak untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan MTQ sebagai sarana meningkatkan kecintaan terhadap Alquran.

“Yang paling utama adalah syiar Islam dan pembentukan karakter Qurani,” katanya.

Bupati juga mendorong Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) bersama para ustaz dan ustazah terus meningkatkan pembinaan melalui pelatihan yang berkesinambungan dan evaluasi rutin agar kualitas kafilah Berau semakin berkembang pada berbagai ajang MTQ.

Sementara itu, Camat Talisayan, Mutmainah menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Berau.

Ia berharap pelaksanaan kegiatan tersebut mampu mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani di Berau.

“Semoga MTQ ini memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjadikan Alqur’an sebagai pedoman hidup masyarakat,” ujarnya.

MTQ ke-56 mempertandingkan enam cabang lomba, meliputi Tilawah Alquran, Qira’at Sab’ah, Tahfiz Alquran, Musabaqah Khat Alquran, serta Karya Tulis Ilmiah Alquran.

Selain menjadi ajang pembinaan qari dan qariah, penyelenggaraan MTQ juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Talisayan melalui meningkatnya kunjungan peserta, pendamping, dan masyarakat selama kegiatan berlangsung. (sen/arp) 

 

Editor : Nurismi
#mtq #pemkab berau