Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Gunakan Konsep Kebun Energi, KPHP Berau Barat Kembangkan Produksi Arang Ramah Lingkungan

Nurismi • Jumat, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Barat, Azhar Rudiyanto (kanan). (SENO/BP)
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Barat, Azhar Rudiyanto (kanan). (SENO/BP)

BERAU POST - Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Barat terus mendorong pemanfaatan hasil hutan yang berkelanjutan, melalui program pengembangan produksi arang ramah lingkungan di empat kampung. 

Program tersebut diketahui menjadi bagian dari upaya mendukung transisi menuju energi hijau, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Kepala KPHP Berau Barat, Azhar Rudiyanto mengatakan, program itu akan dilaksanakan di empat kampung, mulai dari Labanan Makmur hingga Muara Lesan.

Masyarakat akan diberikan pelatihan khusus mengenai teknik pembuatan arang dengan memanfaatkan tanaman yang dibudidayakan secara berkelanjutan.

“Ini bagian dari dukungan terhadap energi hijau,” ujarnya.

Menurut Azhar, bahan baku yang digunakan bukan berasal dari penebangan hutan alam, melainkan tanaman yang memang ditanam untuk kebutuhan energi, seperti akasia.

Dengan sistem tersebut, produksi arang tetap dapat berjalan tanpa mengurangi kelestarian kawasan hutan."Kami menggunakan tanaman berkelanjutan, seperti akasia,” ungkapnya.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku, KPHP Berau Barat juga menyiapkan konsep kebun energi di setiap lokasi program.

Kebun tersebut akan menjadi sumber tanaman yang nantinya dipanen secara berkala untuk diolah menjadi arang.

“Agar berkelanjutan, kami buat kebun energi,” jelasnya.

Selain memberikan pelatihan teknis, KPHP Berau Barat juga akan mendampingi masyarakat dalam aspek pemasaran.

Hasil produksi arang dari kelompok masyarakat akan dibantu dipasarkan sehingga peserta tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memperoleh akses terhadap pembeli.

“Hasil arangnya juga kami bantu jual,” ungkap Azhar.

Ia melanjutkan, selama masa pelatihan yang berlangsung sekitar satu bulan, empat kampung peserta ditargetkan mampu menghasilkan hingga 200 ton arang.

Produksi tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya usaha masyarakat yang dapat berkembang secara mandiri.
Apabila program berjalan sesuai target, manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat dinilai cukup besar.

Berdasarkan estimasi KPHP Berau Barat, setiap kampung berpotensi memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp100 juta dari kegiatan produksi arang tersebut.

“Estimasi kami, satu kampung bisa mendapat penghasilan bersih sekitar Rp 100 juta,” tuturnya.

Azhar menambahkan, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan hutan yang lebih produktif dan berkelanjutan. 

“Melalui pemanfaatan tanaman energi, masyarakat diharapkan memiliki sumber penghasilan baru tanpa bergantung pada pemanfaatan hutan alam,” pungkasnya.(sen/arp) 

Editor : Nurismi
#KPHP Berau #Pemanfaatan hasil hutan