Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Jadi Harapan Baru, Dinas Perikanan Berau Genjot Potensi Ekspor Rumput Laut Global

Nurismi • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:40 WIB
RUMPUT LAUT: Pengembangan rumput laut terus menunjukkan hasil yang positif untuk ekonomi masyarakat pesisir.  (ILUSTRASI)
RUMPUT LAUT: Pengembangan rumput laut terus menunjukkan hasil yang positif untuk ekonomi masyarakat pesisir.  (ILUSTRASI)

BERAU POST - Kabupaten Berau mulai menunjukkan wajah baru dalam pengembangan ekonomi berbasis kelautan. Di tengah upaya pemerintah daerah mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan, budidaya rumput laut kini tumbuh menjadi salah satu harapan baru bagi perekonomian masyarakat pesisir. 

Di Kecamatan Biatan, hamparan budidaya rumput laut tak hanya menjadi sumber mata pencaharian warga, tetapi juga berhasil menembus pasar ekspor internasional.

Komoditas unggulan ini bahkan rutin dikirim ke luar negeri dan menjadi salah satu potensi ekonomi yang terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perikanan.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Berau, Budiono mengatakan, Kampung Muara Karangan saat ini menjadi pusat pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Berau. 

“Program ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi daerah agar Berau tidak hanya bergantung pada sektor tambang, tetapi juga memperkuat sektor perikanan dan pertanian,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, perkembangan budidaya rumput laut di wilayah tersebut terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Saat ini, luas lahan budidaya telah mencapai sekitar 60 hektare dengan sedikitnya 40 Rumah Tangga Perikanan (RTP) yang aktif membudidayakan rumput laut secara berkelanjutan. 

Budiono menjelaskan, rumput laut menjadi komoditas yang menjanjikan karena proses budidayanya relatif sederhana, alami, dan ramah lingkungan.

Para pembudidaya hanya membutuhkan bibit pada tahap awal tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pakan. 

Selain itu, nilai ekonominya juga cukup tinggi karena rumput laut dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang dibutuhkan industri, mulai dari bahan kosmetik, produk kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga. “Hasil produksi rumput laut dari Berau saat ini sudah rutin dikirim ke luar negeri,” katanya.

Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu tiga bulan, ekspor rumput laut kering dari Berau rata-rata mencapai dua kontainer atau sekitar 40 ton. Jika diakumulasikan selama satu tahun, total produksi dapat mencapai 160 hingga 360 ton. 

Adapun negara tujuan utama ekspor saat ini yakni China dan Hong Kong. Namun, proses pengiriman masih dilakukan melalui jalur transit di sejumlah kota besar seperti Tarakan, Surabaya, dan Makassar sebelum menuju negara tujuan akhir. 

Dari sisi ekonomi, budidaya rumput laut dinilai memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan bagi masyarakat pesisir. Harga rumput laut basah di tingkat lokal saat ini berkisar Rp 5.000 per kilogram.

Sementara rumput laut kering memiliki nilai jual lebih tinggi, yakni sekitar Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram. 

“Untuk harga ekspor bisa lebih tinggi, sekitar Rp15.000 per kilogram untuk kualitas kering, tergantung kesepakatan dengan pembeli luar negeri,” jelasnya (aky/adv/arp)

Editor : Nurismi
#ekspor #rumput laut