Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Sering Telan Korban Jiwa, BPBD Berau Ingatkan Ancaman Serangan Buaya Masih Tinggi

Nurismi • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:20 WIB
KOORDINASI: Jajaran BPBD Berau bersama stakeholder terkait saat melakukan koordinasi perihal penanganan buaya, beberapa waktu lalu. (ARTA KUSUMA YUNANDA)
KOORDINASI: Jajaran BPBD Berau bersama stakeholder terkait saat melakukan koordinasi perihal penanganan buaya, beberapa waktu lalu. (ARTA KUSUMA YUNANDA)

BERAU POST – Meningkatnya kasus serangan buaya di sejumlah wilayah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di bantaran sungai, diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Hermansyah mengatakan, ancaman serangan buaya masih cukup tinggi di beberapa kawasan perairan yang berdekatan dengan permukiman warga.

Kehati-hatian masyarakat pun dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalisasi risiko terjadinya serangan hewan buas tersebut. 

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan. Kewaspadaan harus terus diperhatikan demi keamanan bersama,” ujarnya.

Kasus warga diterkam buaya di Kabupaten Berau menurutnya bukan lagi hal baru. Bahkan, dalam beberapa kejadian, serangan buaya telah menyebabkan korban jiwa. 

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak menganggap sepele ancaman buaya, terutama saat melakukan aktivitas seperti mandi, mencuci, memancing, maupun mengambil air di sungai pada waktu-waktu rawan. 

“Sudah cukup banyak kejadian warga diterkam buaya, bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Ini tentu harus menjadi perhatian serius bersama,” katanya.

BPBD Berau juga mengingatkan warga agar menghindari aktivitas sendirian di sekitar sungai, serta selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Selain itu, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait apabila melihat kemunculan buaya di area permukiman atau lokasi aktivitas warga. 

“Karena memang hal ini menjadi fokus kami juga dalam penanganannya. Karena, tidak bisa kita pungkiri bahwa kasus ini terus terjadi bahkan sudah memakan korban jiwa,” tegas dia.

Jika tidak dikoordinasikan dengan seluruh stekholder dalam pengawasan dan penindakan hewan yang dilindungi tersebut, ia khawatir masyarakat yang menjadi korban. 

“Karena ini hewan yang dilindungi sehingga kami juga terbentur dengan regulasi jika melakukan penindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutupnya.(aky/adv/arp) 

Editor : Nurismi
#buaya #Pulau maratua #wisata