BERAU POST – Dinas Pendidikan (Disdik) Berau resmi meluncurkan penerapan kurikulum muatan lokal Bahasa Banua untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Peluncuran ini dilaksanakan di UPT SPNF SKB Berau, Kamis (2/7), sebagai langkah awal pemerintah daerah dalam memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui dunia pendidikan.
Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah mengatakan, penerapan muatan lokal Bahasa Banua diawali pada jenjang SMP dengan menggunakan modul pembelajaran yang telah disiapkan dan diluncurkan bersamaan dengan program tersebut.
Modul tersebut nantinya menjadi acuan bagi guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. “Setiap pengajar yang bertugas harus memperhatikan bahan ajar. Modul yang sudah kami launching itu yang digunakan nanti sebagai bahan ajar di SMP,” ujarnya, Kamis (2/7).
Menurutnya, kehadiran kurikulum muatan lokal ini tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan Bahasa Banua supaya tetap digunakan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Ia menyebut, Disdik Berau juga tengah menyiapkan sejumlah kebijakan lanjutan untuk mendorong penggunaan Bahasa Banua secara lebih luas di lingkungan pendidikan.
“Untuk melestarikan bahasa itu sendiri, baik di lingkungan sehari-hari maupun di sekolah. InsyaAllah, kami juga akan mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mendorong penggunaan Bahasa Banua,” katanya.
Dalam mendukung implementasi kurikulum tersebut, Disdik Berau telah menunjuk koordinator dan guru yang akan mengampu mata pelajaran muatan lokal Bahasa Banua.
Selain itu, pihaknya juga sedang mengupayakan penyesuaian agar pengampu mata pelajaran tersebut memiliki keterkaitan atau linier dengan bidang yang diajarkan.
“Kami sudah menunjuk koordinator dan guru. Saat ini juga sedang diupayakan agar mata pelajaran tersebut linier dengan bidang yang diampu,” katanya.
Adapun guru Bahasa Indonesia yang memiliki latar belakang keturunan orang Berau maupun guru yang memiliki minat mengajarkan Bahasa Banua berpeluang menjadi pengampu mata pelajaran tersebut.
Selain menjadi media pelestarian bahasa daerah, penerapan muatan lokal Bahasa Banua juga dapat membantu guru yang masih kekurangan jam mengajar.
“Jadi banyak keuntungannya. Bahasa Banua bisa tersosialisasikan atau dilestarikan dengan baik. Dan bagi guru yang kurang jam mengajar, itu bisa ditugaskan untuk mengajar Bahasa Banua sehingga jam mengajar mereka cukup,” paparnya.(aja/adv/arp)
Editor : Nurismi