Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Jadi Motor Penggerak Hidup Sehat, Pengurus Baru YJI Berau Resmi Dilantik

Nurismi • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:05 WIB
RESMI DILANTIK: Pelantikan Pengurus YJI Cabang Kabupaten Berau periode 2026–2031 di Balai Mufakat, Rabu (1/7). (IZZA/BP)
RESMI DILANTIK: Pelantikan Pengurus YJI Cabang Kabupaten Berau periode 2026–2031 di Balai Mufakat, Rabu (1/7). (IZZA/BP)

BERAU POST – Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Berau periode 2026–2031 resmi dilantik di Balai Mufakat, Rabu (1/7).

Pelantikan dilakukan oleh Ketua YJI Kalimantan Timur, Wahyu Seno Aji, dan turut disaksikan Wakil Gubernur Kalimantan Timu, Seno Aji, Bupati Berau, Sri Juniarsih serta Wakil Bupati Berau, Gamalis.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih menyampaikan ucapan selamat kepada ketua dan seluruh pengurus YJI Cabang Berau yang baru dilantik.

Ia menegaskan amanah yang diemban bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab kemanusiaan dalam menggerakkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan jantung.

Menurutnya, kesehatan jantung merupakan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Ia mengingatkan, penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, sekitar 20 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular, atau hampir sepertiga dari total kematian global.

Sebagian besar kasus tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko dan perubahan gaya hidup masyarakat.

“Di Indonesia, tantangan serupa juga masih dihadapi. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, penyakit tidak menular semakin mendominasi beban kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, faktor risiko seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, hingga kebiasaan merokok masih menjadi persoalan yang perlu ditangani secara bersama.

Pembangunan kesehatan disebutnya tidak cukup hanya bertumpu pada layanan kuratif di fasilitas kesehatan. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi, deteksi dini, serta perubahan perilaku hidup sehat dinilai jauh lebih penting untuk dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, ia menilai keberadaan YJI memiliki peran strategis dalam mendukung gerakan masyarakat hidup sehat di Kabupaten Berau. 

“Pengurus yang baru dilantik diharapkan dapat menjadi motor penggerak berbagai program kesehatan masyarakat,” terangnya. 

Program tersebut di antaranya edukasi kesehatan jantung, senam jantung sehat, kampanye berhenti merokok, pemeriksaan kesehatan berkala, pembinaan komunitas, hingga pelibatan generasi muda sebagai agen perubahan pola hidup sehat di masyarakat.

Pemkab Berau berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Namun keberhasilan upaya tersebut tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah daerah semata.

“Diperlukan sinergi lintas sektor antara pemerintah, YJI, tenaga kesehatan, dunia usaha, lembaga pendidikan, media massa, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat agar program kesehatan dapat berjalan optimal,” jelasnya. 

Melalui momentum pelantikan ini, dirinya mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

“Kami berharap upaya tersebut dapat mewujudkan Kabupaten Berau yang lebih maju, unggul, sejahtera, dan berkelanjutan dengan masyarakat yang sehat dan produktif,” harapnya. (aja/adv/arp) 

Editor : Nurismi
#pencegahan penyakit jantung #pemkab berau