Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Geliat PKL Basuli: Dorong Ekonomi Kreatif Bantaran Sungai Lewat Festival Abutta Banua

Nurismi • Kamis, 2 Juli 2026 | 09:20 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Bupati Berau Sri Juniarsih saat menghadiri Festival Abutta Banua yang menjadi momentum pelestarian budaya lokal. (IZZA/BP)
LESTARIKAN BUDAYA: Bupati Berau Sri Juniarsih saat menghadiri Festival Abutta Banua yang menjadi momentum pelestarian budaya lokal. (IZZA/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan budaya lokal, sebagai bagian dari pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Kelurahan Sambaliung yang dirangkai dengan Hari Ulang Tahun ke-6 Pasar Kuliner Basuli (PKL Basuli) dalam Festival Abutta Banua yang berlangsung di Keraton Sambaliung, Rabu (1/7).

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengapresiasi penyelenggaraan Festival Abutta Banua yang kini telah menjadi agenda rutin setiap tahun.

Menurutnya, konsistensi pelaksanaan festival menjadi bukti keseriusan seluruh pihak dalam menjaga dan memperkenalkan budaya asli Berau kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia juga bangga karena kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji. Kehadiran pemerintah provinsi dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian adat dan budaya yang terus dilakukan di Kabupaten Berau.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena turut dihadiri wakil Gubernur Kalimantan Timur, sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian budaya di Berau,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan, Kabupaten Berau sebagai daerah yang memiliki destinasi wisata terbanyak di Kalimantan Timur, memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan potensi budaya sebagai daya tarik wisata.

Karena itu, pemerintah daerah telah mendorong organisasi perangkat daerah terkait agar kegiatan budaya dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tetap di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Lanjutnya, Festival Abutta Banua tidak hanya menjadi milik masyarakat Berau, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Timur yang patut dikenal lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, potensi wisata dan kebudayaan Berau diharapkan semakin dikenal hingga ke tingkat nasional.

Di sisi lain, masyarakat Banua merupakan salah satu suku asli Berau yang tidak terpisahkan dari kekayaan budaya Kalimantan Timur. Selain Banua, terdapat dua suku asli lainnya, yakni Bajau dan Dayak, yang menjadi bagian penting dari identitas daerah.

Pun Abutta Banua merupakan ruang kebersamaan masyarakat Berau untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya leluhur.

Festival ini menjadi sarana menumbuhkan semangat pelestarian budaya, sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

“Budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga identitas masyarakat yang menjadi modal penting dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata,” katanya.

Kekayaan budaya yang masih terjaga dikatakannya, menjadi keunggulan yang tidak dimiliki semua daerah. Karena itu, warisan budaya tersebut harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Ia juga menegaskan, Pemkab Berau memiliki tanggung jawab menjaga keberlangsungan budaya melalui berbagai kegiatan, terlebih Berau memiliki dua kesultanan, yakni Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur yang menjadi bagian dari sejarah daerah.

Selain pelestarian budaya, rangkaian kegiatan HUT Kelurahan Sambaliung dan HUT ke-6 PKL Basuli juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Keberadaan pelaku UMKM di kawasan bantaran sungai dinilai menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal, sekaligus menambah daya tarik kawasan wisata di Kecamatan Sambaliung,” tutupnya. (aja/adv/arp) 

Editor : Nurismi
#umkm #wisata #pemkab berau