BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah, sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Berau, Gamalis saat menghadiri penutupan Festival Budaya Bekudung Betiung yang dirangkai dengan peringatan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak, Selasa (30/6).
Dalam sambutannya, Gamalis menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang secara rutin digelar setiap tahun di Kampung Tumbit Dayak.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian adat dan budaya Dayak, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata di Kalimantan Timur.
Ia juga menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Timur dalam penutupan festival.
Kehadiran pemerintah provinsi dinilai menjadi bukti perhatian terhadap pelestarian budaya masyarakat adat, khususnya di Kabupaten Berau yang memiliki salah satu komunitas Dayak terbesar di Kalimantan Timur.
“Kehadiran bapak wakil gubernur merupakan bentuk komitmen dan perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya suku Dayak di Kabupaten Berau,” ujarnya.
Gamalis berharap Festival Budaya Bekudung Betiung dapat masuk dalam agenda pariwisata Kalimantan Timur. Bahkan menurutnya, festival tersebut memiliki peluang untuk diusulkan menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) karena dinilai telah memenuhi berbagai unsur yang dibutuhkan sebagai event budaya berskala nasional.
“Harapan kami, Bekudung Betiung dapat menjadi agenda pariwisata Kalimantan Timur dan diusulkan masuk dalam KEN,” katanya.
Apalagi, pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya Berau sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Festival Budaya Bekudung Betiung dan peringatan Hari Jadi ke-263 Kampung Tumbit Dayak.
Menurutnya, kehadiran wakil Gubernur Kalimantan Timur menjadi kehormatan sekaligus bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya dan pembangunan kampung.
Ia berharap festival budaya tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun, meskipun saat ini pemerintah sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
Baginya, festival bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi media memperkenalkan budaya Dayak Ga’ai kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Ke depan Festival Budaya Bekudung Betiung diharapkan terus berkembang sebagai agenda budaya unggulan yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. (aja/adv/arp)
Editor : Nurismi