Sejumlah isu krusial yang selama ini menjadi keluhan pelaku usaha pariwisata, kini akan mendapat perhatian lintas organisasi perangkat daerah (OPD), menyusul kunjungan langsung Bupati Berau ke Maratau pada pekan lalu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa mengungkapkan, berbagai persoalan di lapangan sebelumnya telah dihimpun melalui kunjungan dan pertemuan bersama pelaku usaha wisata di Maratua.
Dari hasil dialog tersebut, muncul sejumlah isu utama yang terus berulang. Mulai dari ketersediaan air bersih, pasokan bahan bakar minyak (BBM), persoalan kebersihan lingkungan, hingga dampak abrasi di kawasan pesisir.
“Waktu kami kunjungan ke sana, kami sudah melakukan pertemuan dengan pelaku usaha. Memang ada beberapa isu yang mereka sampaikan, seperti ketersediaan air, BBM, kebersihan, sampai abrasi,” ujar Yudha.
Menurutnya, persoalan tersebut terus berkembang menjadi perhatian publik melalui media maupun laporan langsung dari masyarakat dan pelaku usaha.
Kondisi ini kemudian mendorong pemerintah daerah untuk melakukan langkah peninjauan langsung di lapangan.
Bupati Berau bersama jajaran OPD terkait, turun langsung ke Maratua untuk melihat kondisi riil sejumlah fasilitas. Seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), embung sebagai sumber air baku, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), dermaga, hingga titik-titik yang terdampak abrasi.
Dari hasil peninjauan tersebut, masing-masing sektor diarahkan agar memiliki penanganan yang lebih terfokus sesuai dengan leading sector OPD.
“Misalnya untuk embung itu menjadi tanggung jawab DPUPR. Jadi masing-masing OPD sudah jelas perannya,” jelasnya.
Ia menegaskan, sektor pariwisata pada prinsipnya membutuhkan dukungan lintas sektor agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Sebab, tanpa dukungan infrastruktur dasar yang memadai, seperti air bersih, pengelolaan sampah, serta penanganan abrasi, maka kenyamanan wisatawan dan keberlangsungan usaha masyarakat akan terganggu.
“Kami dari sektor pariwisata tentu mendorong agar semua persoalan yang ada di Maratua ini bisa segera ditindaklanjuti. Karena ini menyangkut kenyamanan wisatawan dan keberlangsungan usaha masyarakat juga,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar OPD agar keluhan yang selama ini muncul dapat ditangani secara menyeluruh.
Ia berharap Maratua dapat kembali berada dalam kondisi yang lebih kondusif, sehingga sektor pariwisata unggulan di Berau ini mampu tumbuh lebih optimal. Bahkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
“Harapan kami tentu semua OPD bisa mendukung penuh pengembangan pariwisata. Alhamdulillah memang sudah mulai terlihat sinerginya,” tuturnya.(aja/adv/arp)
Editor : Nurismi