BERAU POST – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) diminta lebih aktif menjalankan usahanya, supaya mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Kampung (PAK).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu menyebut, dari total 99 BUMK yang telah terbentuk di Kabupaten Berau, baru 41 BUMK yang memiliki badan hukum. Dengan jumlah BUMK yang benar-benar aktif menjalankan usaha diperkirakan hanya sekitar 30 unit.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebab, keberadaan BUMK seharusnya mampu menjadi motor penggerak ekonomi kampung apabila dikelola secara serius dan profesional.
“Jumlah BUMK yang ada di Berau sebanyak 99 unit, sedangkan yang sudah berbadan hukum 41,” ujarnya.
Namun, BUMK dibeberkannya masih menghadapi sejumlah tantangan terbesar. Salah satunya kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola BUMK.
Banyak pengurus BUMK dinilai belum memiliki kemampuan manajemen usaha yang baik, sehingga perkembangan usaha berjalan lambat dan kurang maksimal.
Pun aspek administrasi dan legalitas juga masih menjadi pekerjaan rumah yang terus didorong penyelesaiannya oleh DPMK Berau.
Legalitas dinilai penting agar BUMK memiliki dasar hukum yang jelas dalam menjalankan usaha maupun menjalin kerja sama.
Dijelaskannya, pemerintah kampung saat ini lebih selektif sebelum kembali mengucurkan penyertaan modal kepada BUMK.
Meskipun penyertaan modal dapat dilakukan setiap tahun, namun prosesnya tetap harus melalui evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan usaha yang dijalankan.
Hal yang paling digaris bawahinya yaitu, laporan pengelolaan usaha, perkembangan bisnis, hingga kejelasan penggunaan modal sebelumnya menjadi pertimbangan utama sebelum bantuan modal kembali diberikan.
“Pemerintah kampung juga harus memantau bagaimana usaha dan perkembangan usaha itu sendiri, sehingga setiap tahun bisa diberikan modal lagi dari daerah,” katanya.
Saat ini, pengawasan terhadap penggunaan modal usaha penting dilakukan agar dana yang telah diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan usaha dan tidak berhenti di tengah jalan.
Meski masih menghadapi berbagai kendala, sejumlah BUMK di Berau mulai menunjukkan perkembangan yang cukup positif.
Bahkan pada tahun lalu, puluhan BUMK tercatat sudah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Kampung. Bahkan, tercatat mencapai 39 unit yang berkontribusi terhadap PAK.
“Kontribusi tersebut menjadi sinyal positif bahwa keberadaan BUMK memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kampung,” ungkapnya.
Terlebih, banyak kampung di Berau memiliki potensi usaha yang cukup beragam, mulai dari sektor perdagangan, jasa, pertanian hingga pengelolaan wisata.
Pihaknya pun terus melakukan pendampingan kepada pengurus BUMK, baik melalui pembinaan administrasi, pelatihan pengelolaan usaha hingga mendorong penyelesaian badan hukum.
Tenteram berkeinginan, pengurus BUMK tidak hanya fokus membentuk usaha, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan bisnis yang dijalankan agar bisa mandiri dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami harap usaha yang dijalankan mampu mandiri serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat kampung. Karena sudah banyak juga contoh BUMK yang berhasil,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma menyebut PAK Pegat Bukur terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Sepanjang tahun lalu, PAK berhasil menembus angka Rp 103 juta, naik hampir 200 persen dibanding capaian sebelumnya yang berada di kisaran Rp 50 juta.
Peningkatan itu menjadi salah satu bukti peran Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Batu Bual Sejahtera dalam memperkuat kemandirian ekonomi kampung, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga.
“PAK Kampung Pegat Bukur tahun lalu mencapai Rp 103 juta. Naik hampir 200 persen,” ujarnya.
Saat ini BUMK Batu Bual Sejahtera sudah mampu menyerap tenaga kerja hingga 25 orang. Bahkan, para pekerja tersebut sudah sanggup digaji sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Berau.
Hal ini menjadi langkah nyata BUMK dalam membantu masyarakat kampung mendapatkan penghasilan tetap.
Selain itu, BUMK juga mulai mengambil peran dalam mendukung sektor pendidikan. Pemerintah kampung bersama BUMK menjalankan program beasiswa dengan target satu rumah wajib memiliki anak yang menempuh pendidikan hingga sarjana.
“Kami menyalurkan beasiswa kepada keluarga yang mau sekolah. Ke depan kuota akan terus ditambah karena kami ingin semua anak berpendidikan,” jelasnya.
BUMK Batu Bual Sejahtera saat ini memiliki sekitar 10 unit usaha unggulan, seperti pengolahan kompos, ternak ayam, ayam potong, jasa pengadaan material, jasa angkut, dan usaha lainnya.
Dirinya optimistis target PAK pada 2026 akan kembali meningkat dan hasilnya akan digunakan untuk pembangunan fisik kampung serta kesejahteraan masyarakat. (aja/arp)
Editor : Nurismi