BERAU POST - 60 peserta didik yang mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Filial 001 Buatan Ilir, Kecamatan Biatan, kini bisa bernapas lega. Sebelumnya mereka harus menimba ilmu di bawah kolong rumah warga yang kurang layak.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah yang dikonfirmasi pada Rabu (20/5) mengungkapkan, pihak sekolah sudah menyiapkan lahan seluas 1 hektar, yang diperuntukan untuk pembangunan 3 ruang kelas, dengan lebar 15x30, dengan anggaran mencapai Rp 825 juta.
“Tahun ini akan dibangun,” tuturnya.
Mardiatul Idalisah yang sudah pernah mengecek kondisi di lapangan secara langsung mengaku kaget dengan realita pendidikan di sekolah filial tersebut.
“Kami tentu ingin semua pendidikan sama. Tidak dibedakan antara kota dan kampung,” tegasnya.
Dijelaskannya, rumah warga terpaksa jadi pilihan utama lantaran ruang kelas belajar (RKB) terhenti pembangunannya.
SD Filial itu sendiri, menurutnya, sudah pernah dibangun oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan kab. Berau.
Namun, pembangunan sekolah tersebut terpaksa dihentikan lantaran persoalan lahan yang menimbulkan ketegangan di antara pemerintah dan pemilik lahan.
"Sempat berhenti karena masalah lahan, bersyukur saat ini sudah dilanjutkan,” tambahnya.
Diakui Mardiatul Idalisah, imbas dari terhentinya pembangunan itu, warga setempat akhirnya bergotong royong membangun ruang kelas sederhana.
"Tapi karena dinilai tidak layak, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke bawah kolong rumah warga," jelasnya.
“Kami ingin menyamakan persepsi. Tidak ada perbedaan dalam pendidikan. Semua anak berhak,” ucapnya.
Dengan adanya pembangunan di lahan seluas 1 hektar ini, ia berharap pendidikan anak-anak di Kampung Biatan Ilir bisa terus didongkrak, guna mempersiapkan generasi emas 2045.
“Saya memang selalu menyempatkan pengecekan ke lapangan. walau sebenarnya tim teknis sudah datang langsung ke sekolah untuk memastikan perkembangan pendidikan terutama sarprasnya. Opsi untuk SD tersebut, akhirnya ditemukan,” tutupnya. (hmd)
Editor : Nurismi