BERAU POST – Bupati Berau, Sri Juniarsih mengikuti secara daring launching Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digelar serentak di seluruh Indonesia, Sabtu (16/5). Untuk di Kabupaten Berau, kegiatan dipusatkan di KDMP Kampung Labanan Jaya.
Launching nasional tersebut dilaksanakan di 1.061 titik Koperasi Desa/Kampung Merah Putih (KDKMP) di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan koperasi sendiri diketahui telah dimulai sejak November 2025 lalu.
Meski begitu, pelaksanaan launching di Kabupaten Berau saat ini masih bersifat simbolis. Pasaln=ya, sejumlah gedung koperasi yang telah selesai dibangun masih belum dilengkapi fasilitas pendukung maupun isi gerai.
Bupati Berau, Sri Juniarsih menyampaikan apresiasinya terhadap program KDMP sebagai la-ngkah konkret memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat kampung.
“Kami berharap koperasi ini tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar dikelola secara profesional dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, keberadaan koperasi desa menjadi momentum penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat kampung. Sehingga masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Ini merupakan momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi kampung, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita menjelaskan, launching yang dilakukan saat ini memang baru tahap simbolis.
Sebab, sejumlah bangunan koperasi yang ada di Berau baru selesai dibangun dan masih memerlukan perlengkapan tambahan.
Adapun 6 KDMP yang telah selesai dibangun yakni di Kampung Labanan Jaya, Sukan Tengah, Sei Bebanir Bangun, Tasuk, Labanan Makmur dan Labanan Makarti.
Ia juga menyebut, saat ini masih terdapat 24 KDMP yang sedang dalam proses pembangunan. Pengerjaan disebut terus berjalan dan mengalami perkembangan setiap minggunya. Di mana Kodim turut membantu pengawasan serta pendampingan pembangunan di lapangan.
“Yang sedang proses pembangunan ada 24 KDMP. Tetapi setiap minggu terus berprogres menurut informasi dari jajaran Kodim,” katanya.
Keberadaan gerai diharapkan menjadi ruang pemasaran bagi berbagai produk lokal yang dihasilkan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi koperasi sebagai penggerak ekonomi berbasis potensi setempat.
Diskoperindag pun tetap akan melakukan pendampingan secara aktif terhadap KDMP. Untuk memastikan koperasi desa benar-benar tumbuh dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kampung.
“Keberadaan KDMP diharapkan nantinya dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat kampung, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok hingga pengembangan produk lokal,” ungkapnya.(aja/arp)
Editor : Nurismi