Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Irau Manutung Jukut Kembali Digelar September 2026, Siap Meriahkan Hari Jadi Berau

Nurismi • Jumat, 15 Mei 2026 | 15:10 WIB
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid. (IZZA/BP)
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid. (IZZA/BP)

BERAU POST - Festival Irau Manutung Jukut diproyeksikan kembali digelar pada tahun 2026, setelah sempat vakum pada tahun lalu.

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) disebut akan menyiapkan agenda pelaksanaan yang rencananya masuk dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau.

Kepala Diskab Berau, Abdul Majid, mengatakan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan setelah apel peringatan Hari Jadi Berau pada 15 September mendatang. Untuk jadwal pelaksanaannya, kemungkinan akan digelar pada akhir pekan di pekan yang sama.

“Irau Manutung Jukut tahun ini akan kembali kita laksanakan setelah sempat vakum pada 2025 lalu. Kemungkinan nanti di weekend Hari Jadi Berau kita jadwalkan pelaksanaannya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ditegaskan, pelaksanaan Irau Manutung Jukut juga telah dimasukkan dalam kalender event Kabupaten Berau tahun 2026.

Meski pelaksanaannya tetap menyesuaikan kemampuan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah.

“Yang jelas kegiatan ini tetap kita laksanakan dan sudah masuk kalender event Berau tahun 2026. Memang karena ada efisiensi anggaran, jadi anggarannya tidak terlalu besar. Yang penting kita siapkan ikan semampunya,” katanya.

Untuk mendukung kebutuhan pelaksanaan kegiatan, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan sejumlah perusahaan di Berau, agar dapat membantu penyediaan ikan bagi masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

“Kami juga akan merapatkan dengan perusahaan-perusahaan untuk kemungkinan bantuan ikan,” tambahnya.

Terkait lokasi pelaksanaan, pihaknya masih akan melakukan pembahasan bersama tim terkait. Namun, lokasi kegiatan kemungkinan besar masih berada di kawasan Tepian Sungai Segah seperti pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

Yang jelas kata Dia, jangan sampai merusak kondisi fasilitas yang telah dibangun di kawasan tepian tersebut.

“Tapi nanti kita lihat lagi bersama tim keamanan dan perhubungan. Yang jelas jangan sampai merusak fasilitas yang sudah dibangun bagus,” jelasnya.

Diskan Berau juga belum memastikan adanya konsep baru dalam pelaksanaan Irau Manutung Jukut tahun ini. Keterbatasan anggaran membuat kegiatan kemungkinan digelar dengan konsep yang tidak jauh berbeda dibanding sebelumnya.

“Karena dananya terbatas, jadi kemungkinan konsepnya seperti biasa saja. Tapi nanti kita lihat lagi kalau ada pihak ketiga yang ingin membantu,” ucapnya.

Sementara itu, untuk jenis ikan yang akan digunakan masih menunggu perkembangan musim ikan pada September mendatang. Ketersediaan ikan disebut bergantung pada hasil tangkapan nelayan di wilayah Kepulauan Derawan maupun pesisir.

“Kita lihat nanti di September sedang musim ikan apa. Bisa ikan pelagis, ikan karang, atau jenis lain yang bisa dikonsumsi masyarakat. Tergantung hasil tangkapan nelayan juga,” pungkasnya.

Sementara Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyambut gembira rencana Festival Irau Manutung Jukut pada 2026 setelah sempat vakum tahun sebelumnya.

Ia menilai kegiatan tersebut merupakan agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat dalam rangka Hari Jadi Berau.

Dikatakan, pelaksanaan kegiatannya perlu dikemas lebih baik agar kembali meriah seperti tahun-tahun sebelumnya, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.

“Adanya keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat pelestarian budaya daerah,” katanya.

Ia juga meminta adanya dukungan dari pihak ketiga, khususnya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau untuk ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Dukungan itu dinilai penting, terutama dalam membantu kebutuhan pelaksanaan di lapangan seperti penyediaan ikan untuk masyarakat.

“Kami berharap perusahaan-perusahaan di Berau bisa ikut berkontribusi. Apalagi Irau Manutung Jukut sangat dinantikan masyarakat,” ujarnya.

Event ini juga diharapkan dapat menarik kunjungan wisata dari luar daerah, mengingat daya tarik festival tersebut yang tidak hanya terletak pada kemeriahan acaranya, tetapi juga pada keunikannya, kebersamaan masyarakat, serta pengalaman kuliner khas yang menjadi ciri dalam bakar ikan tersebut.

“Tentunya ini bukan hanya hiburan, tetapi juga penguat identitas dan kebersamaan masyarakat Berau,” ungkapnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#Irau Manuntung Jukut #Pesta Bakar Ikan Massal #tanjung redeb